ANIMASI

ASEP SUDRAJAT S,Pd Membina peserta didik yang memiliki mental bisnis yang beretika

javascript:void(0)

Sabtu, 21 Mei 2011

STROKE PADA USIA MUDA

Banyak kondisi-kondisi yang dapat menyebabkan stroke, tetapi awalnya adalah dari pengerasan arteri atau yang disebut juga sebagai arteriosklerosis.

“Jangan berpikir bahwa penyumbatan pembuluh darah itu terjadi sebagai proses penuaan yang wajar, “kata Virgil Brown, M.D., pimpinan American Heart Association dan profesor ilmu kedokteran pada Emory University di Atlanta, karena arteriosklerosis merupakan akibat dari gaya hidup modern yang penuh stres, pola makan tinggi lemak, dan kurang berolahraga. Ketiganya sebenarnya tergolong dalam faktor risiko yang dapat dikendalikan. Tentu saja ada pula faktor-faktor lain yang tidak dapat dikendalikan. Keduanya akan diuraikan berikut ini.



FAKTOR RISIKO TAK TERKENDALI

Yang termasuk dalam kelompok faktor ini adalah usia, jenis kelamin, garis keturunan, dan ras atau etnik tertentu



· Usia

Semakin bertambah tua usia Anda, semakin risikonya. Setelah berusia 55 tahun, risikonya berlipat ganda setiap kurun waktu sepuluh tahun. Dua pertiga dari semua serangan stroke terjadi pada orang yang berusia di atas 65 tahun. Tetapi, itu tidak berarti bahwa stroke hanya terjadi pada orang lanjut usia karena stroke dapat menyerang semua kelompok umur



· Jenis kelamin

Pria lebih berisiko terkena stroke daripada wanita, tetapi penelitian menyimpulkan bahwa justru lebih banyak wanita yang meninggal karena stroke. Risiko stroke pria 1,25 lebih tinggi daripada wanita, tetapi serangan stroke pada pria terjadi di usia lebih muda sehingga tingkat kelangsungan hidup juga lebih tinggi. Dengan perkataan lain, walau lebih jarang terkena stroke, pada umumnya wanita terserang pada usia lebih tua, sehingga kemungkinan meninggal lebih besar.



· Keturunan-sejarah stroke dalam keluarga

Nampaknya, stroke terkait dengan keturunan. Faktor genetik yang sangat berperan antara lain adalah tekanan darah tinggi, penyakit jantung, diabetes dan cacat pada bentuk pembuluh darah. Gaya hidup dan pola suatu keluarga juga dapat mendukung risiko stroke. Cacat pada bentuk pembuluh darah (cadasil) mungkin merupakan faktor genetik yang paling berpengaruh dibandingkan faktor risiko stroke yang lain.



FAKTOR RISIKO TERKENDALI

Adapula faktor-faktor risiko yang sebenarnya dapat disembuhkan dengan bantuan obat-obatan atau perubahan hidup.



· Hipertensi

Hipertensi (tekanan darah tinggi) merupakan faktor risiko utama yang menyebabkan pengerasan dan penyumbatan arteri. Penderita hipertensi memiliki faktor risiko stroke empat hingga enam kali lipat dibandingkan orang yang tanpa hipertensi dan sekitar 40 hingga 90 persen pasien stroke ternyata menderita hipertensi sebelum terkena stroke.

Secara medis, tekanan darah di atas 140—90 tergolong dalam penyakit hipertensi. Oleh karena dampak hipertensi pada keseluruhan risiko stroke menurun seiring dengan pertambahan umur, pada orang lanjut usia, faktor-faktor lain di luar hipertensi berperan lebih besar terhadap risiko stroke. Pada orang yang tidak menderita hipertensi, risiko stroke meningkat terus hingga usia 90, menyamai risiko stroke pada orang yang menderita hipertensi.

Sejumlah penelitian menunjukkan obat-obatan anti hipertensi dapat mengurangi risiko stroke sebesar 38 persen dan pengurangan angka kematian karena stroke sebesar 40 persen.



· Penyakit jantung

Setelah hipertensi, faktor risiko berikutnya adalah penyakit jantung, terutama penyakit yang disebut atrial fibrilation, yakni penyakit jantung dengan denyut jantung yang tidak teratur di bilik kiri atas. Denyut jantung di atrium kiri ini mencapai empat kali lebih cepat dibandingkan di bagian-bagian lain jantung. Ini menyebabkan aliran darah menjadi tidak teratur dan secara insidentil terjadi pembentukan gumpalan darah. Gumpalan-gumpalan inilah yang kemudian dapat mencapai otak dan menyebabkan stroke. Pada orang-orang berusia di atas 80 tahun, atrial fibrilation merupakan penyebab utama kematian pada satu di antara empat kasus stroke.

Penyakit jantung lainnya adalah cacat pada bentuk katup jantung (mitral valve stenosis atau mitral valve calcification). Juga cacat pada bentuk otot jantung, misalnya PFO (patent foramen ovale) atau lubang pada dinding jantung yang memisahkan kedua bilik atas. Secara alami, gumpalan dalam darah biasanya disaring dalam paru-paru, tetapi karena berlubang, dinding jantung dapat meloloskan gumpalan darah itu sehingga tidak melalui paru-paru tetapi langsung menuju pembuluh di otak sehingga menyebabkan stroke.

Cacat katup jantung lainnya adalah ASA (atrial septal aneurysm) atau cacat bentuk kongenital (sejak lahir) pada jaringan jantung, yakni penggelembungan dinding jantung ke arah salah satu bilik jantung. PFO dan ASA seringkali terjadi bersamaan sehingga memperbesar risiko stroke.

Masih ada dua cacat bentuk jantung yang nampaknya meningkatkan risiko stroke tanpa penyebab yang jelas. Yang pertama adalah pembesaran atrial kiri-bilik jantung kiri yang lebih besar dari ukuran normal-sehingga irama jantung menjadi pincang. Lainnya adalah ventricular hypertrophy kiri, di mana dinding kamar jantung kiri lebih tebal sehingga kurang elastis memompa darah.

Selanjutnya, faktor lain dapat terjadi pada pelaksanaan operasi jantung yang berupaya memperbaiki cacat bentuk jantung atau penyakit jantung. Tanpa diduga, plak dapat terlepas dari dinding aorta (batang nadi jantung), lalu hanyut mengikuti aliran darah ke leher dan ke otak yang kemudian menyebabkan stroke.



· Diabetes

Penderita diabetes memiliki risiko tiga kali lipat terkena stroke dan mencapai tingkat tertinggi pada usia 50-60 tahun. Setelah itu, risiko tersebut akan menurun. Namun, ada faktor penyebab lain yang dapat memperbesar risiko stroke karena sekitar 40 persen penderita diabetes pada umumnya juga mengidap hipertensi.



· Kadar kolesterol darah

Penelitian menunjukkan bahwa makanan kaya lemak jenuh dan kolesterol seperti daging, telur, dan produk susu dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam tubuh dan berpengaruh pada risiko aterosklerosis dan penebalan pembuluh. Kadar kolesterol di bawah 200 mg/dl dianggap aman, sedangkan di atas 240 mg/dl sudah berbahaya dan menempatkan seseorang pada risiko terkena penyakit jantung dan stroke.

Memperbaiki tingkat kolesterol dengan menu makan yang sehat dan olahraga yang teratur dapat menurunkan risiko aterosklerosis dan stroke. Dalam kasus tertentu, dokter dapat memberikan obat untuk menurunkan kolesterol.



· Merokok

Merokok merupakan faktor risiko stroke yang sebenarnya paling mudah diubah. Perokok berat menghadapi risiko lebih besar dibandingkan perokok ringan. Merokok hampir melipatgandakan risiko stroke iskemik, terlepas dari faktor risiko yang lain, dan dapat juga meningkatkan risiko subaraknoid hemoragik hingga 3,5 persen. Merokok adalah penyebab nyata kejadian stroke, yang lebih banyak terjadi pada usia dewasa muda ketimbang usia tengah baya atau lebih tua. Sesungguhnya, risiko stroke menurun dengan seketika setelah berhenti merokok dan terlihat jelas dalam periode 2-4 tahun setelah berhenti merokok. Perlu diketahui bahwa merokok memicu produksi fibrinogen (faktor penggumpal darah) lebih banyak sehingga merangsang timbulnya aterosklerosis.

Pada pasien perokok, kerusakan yang diakibatkan stroke jauh lebih parah karena dinding bagian dalam (endothelial) pada sistem pembuluh darah otak (serebrovaskular) biasanya sudah menjadi lemah. Ini menyebabkan kerusakan yang lebih besar lagi pada otak sebagai akibat bila terjadi stroke tahap kedua.



· Alkohol berlebihan

Secara umum, peningkatan konsumsi alkohol meningkatkan tekanan darah sehingga memperbesar risiko stroke, baik yang iskemik maupun hemoragik. Tetapi, konsumsi alkohol yang tidak berlebihan dapat mengurangi daya penggumpalan platelet dalam darah, seoerti halnva asnirin. Dengan

demikian, konsumsi alkohol yang cukup justru dianggap dapat melindungi tubuh dari bahaya stroke iskemik. Pada edisi 18 November, 2000 dari The New England Journal of Medicine, dilaporkan bahwa Physicians Health Study memantau 22.000 pria yang selama rata-rata 12 tahun mengkonsumsi alkohol satu kali sehari. Ternyata, hasilnya menunjukkan adanya penurunan risiko stroke secara menyeluruh. Klaus Berger M.D. dari Brigham and Women’s Hospital di Boston beserta rekan-rekan juga menemukan bahwa manfaat ini masih terlihat pada konsumsi seminggu satu minuman. Walaupun demikian, disiplin menggunakan manfaat alkohol dalam konsumsi cukup sulit dikendalikan dan efek samping alkohol justru lebih berbahaya.

Lagipula, penelitian lain menyimpulkan bahwa konsumsi alkohol secara berlebihan dapat mempengaruhi jumlah platelet sehingga mempengaruhi kekentalan dan penggumpalan darah, yang menjurus ke pendarahan di otak serta memperbesar risiko stroke iskemik.



· Obat-obatan terlarang

Penggunaan obat-obatan terlarang seperti kokain dan senyawa olahannya dapat menyebabkan stroke, di samping memicu faktor risiko yang lain seperti hipertensi, penyakit jantung, dan penyakit pembuluh darah. Kokain juga meyebabkan gangguan denyut jantung (arrythmias) atau denyut jantung jadi lebih cepat. Masing-masing menyebabkan pembentukan gumpalan darah.Marijuana mengurangi tekanan darah dan bila berinteraksi dengan faktor risiko lain, seperti hipertensi dan merokok, akan menyebabkan tekanan darah naik turun dengan cepat. Keadaan ini pun punya potensi merusak pembuluh darah.



· Cedera kepala dan leher

Cedera pada kepala atau cedera otak traumatik dapat menyebabkan pendarahan di dalam otak dan menyebabkan kerusakan yang sama seperti pada stroke hemoragik. Cedera pada leher, bila terkait dengan robeknya tulang punggung atau pembuluh karotid—akibat peregangan atau pemutaran leher secara berlebihan atau adanya tekanan pada pembuluh— merupakan penyebab stroke yang cukup berperan, terutama pada orang dewasa usia muda.



· Infeksi

Infeksi virus maupun bakteri dapat bergabung dengan faktor risiko lain dan membentuk risiko terjadinya stroke. Secara alami, sistem kekebalan tubuh biasanya melakukan perlawananan terhadap infeksi dalam bentuk meningkatkan peradangan dan sifat penangkalan infeksi pada darah. Sayangnya, reaksi kekebalan ini juga meningkatkan faktor penggumpalan dalam darah yang memicu risiko stroke embolik-iskemik.



STROKE PADA WANITA

Perlu diwaspadai juga risiko stroke khusus pada wanita yang menggunakan pil kontrasepsi, hamil dan melahirkan, dan menopause.



· Penggunaan kontrasepsi oral

Faktor risiko stroke ini berkaitan dengan terjadinya fluktuasi dan perubahan hormonal yang mempengaruhi seorang wanita dalam berbagai tahapan dalam kehidupannya. Penelitian memperlihatkan bahwa kontrasepsi oral jenis lama, dengan kandungan estrogen yang tinggi dapat memperbesar risiko stroke pada wanita. Tetapi, kontrasepsi oral jenis baru dengan kandungan estrogen lebih rendah, secara nyata tidak meningkatkan risiko stroke pada wanita.



· Kehamilan dan melahirkan

Penelitian lain memperlihatkan bahwa kehamilan dan melahirkan menempatkan seorang wanita pada risiko terkena stroke meskipun tidak tinggi, yakni 8 di antara 100 wanita hamil. Risiko stroke terbesar seringkali terjadi pada periode 6 minggu setelah melahirkan (post-parturn). Penyebabnya tidak diketahui namun perubahan hormonal pada akhir kehamilan diduga dapat meningkatkan risiko stroke.



· Menopause

Berbagai penelitian menunjukkan ketika produksi hormon estrogen pada usia menopause berkurang, risiko stroke pada wanita meningkat secara drastis. Untuk mengurangi pengaruh menopause sekaligus menurunkan risiko stroke kadangkali disarankan terapi sulih hormon (Hormon Replacement Therapy) tetapi terapi tersebut perlu dilakukan dengan kontrol dokter untuk memperkecil efek sampingnya (kanker payudara dan kanker rahim).





STROKE PADA USIA MUDA

Para ahli klinis seringkali membagi kelompok muda dalam dua kategori, yaitu di bawah usia 15 tahun, dan berusia antara 15 hingga 44 tahun. Orang yang masih muda nampaknya lebih berpeluang menderita stroke hemoragik dibandingkan stroke iskemik. Seorang anak yang mengalami stroke mungkin kehilangan suara, kehilangan bahasa yang ekspresif (termasuk bahasa tubuh dan gerak isyarat), kehilangan tenaga pada salah satu sisi tubuh (hemiparesis), kelumpuhan pada salah satu sisi tubuh (hemiplegia), kerusakan pembicaraan (disartria).

Faktor-Faktor Penyebab Stroke

Faktor-Faktor Penyebab Stroke

BANYAK kondisi yang dapat menyebabkan stroke, seperti pengerasan arteri atau lebih dikenal dengan arteriosklerosis. Pemicunya adalah stress, pola makan tinggi lemak, dan kurang berolahraga. Namun sebenarnya ketiga faktor tersebut tergolong risiko yang dapat dikendalikan. Secara umum faktor risiko stroke dibagi dua:






1. Faktor Risiko Tidak Terkendali
Faktor risiko tidak terkendali yakni meliputi: usia, jenis kelamin, garis keturunan, dan ras (etnik) tertentu.
· Usia
Semakin bertambah usia, semakin tinggi risiko untuk mendapat kan serangan stroke. Setelah berusia 55 tahun, risiko stroke berlipat ganda. Dua per tiga serangan stroke terjadi pada orang berusia di atas 65 tahun. Tetapi tidak berarti hanya pada orang lanjut usia, stroke dapat menyerang semua kelompok umur.
· Jenis kelamin
Pria lebih berisiko terkena stroke dari pada wanita. Tetapi penelitian menyimpulkan bahwa lebih banyak wanita yang meninggal karena stroke. Risiko stroke pria 1,25 lebih tinggi dan pada wanita. Tetapi serangan stroke pada pria terjadi di usia lebih muda sehingga tingkat kelangsungan hidup lebih tinggi. Sementara, wanita lebih berpotensi terserang stroke pada usia lanjut hingga kemungkinan meninggal karena penyakit itu lebih besar.
· Keturuan, sejarah stroke dalam keluarga
Stroke juga terkait dengan keturunan. Faktor genetik yang sangat berperan antara lain adalah tekanan darah tinggi, penyakit jantung diabetes dan cacat pada bentuk pembuluh darah. gaya dan pola hidup keluarga dapat mendukung risiko stroke. Cacat pada bentuk pembuluh darah (cadasil) mungkin merupakan faktor genetik yang paling berpengaruh dibandingkan faktor risiko stroke lainnya.


2. Faktor Risiko Terkendali
Adapula faktor risiko yang sebenarnya dapat disembuhkan dengan bantuan obat-obatan atau perubahan hidup. Beberapa faktor risiko tersebut, antara lain:

· Hipertensi
Hipertensi merupakan faktor risiko utama yang menyebabkan pengerasan dan penyumbatan arteri. Penderita hipertensi memiliki faktor risiko stroke empat hingga enam kali lipat dibandingkan orang yang bebas hipertensi. Sekitar 40-90% pendetia stroke ternyata mengidap hipertensi sebelum terkena stroke.
Secara medis, tekanan darah di atas 140—90 tergolong dalam penyakit hipertensi. Oleh karena dampak hipertensi pada keseluruhan risiko stroke menurun seiring dengan pertambahan umur. Pada orang berusia lanjut, faktor lain di luar hipertensi berperan lebih besar terhadap risiko stroke. Pada seorang yang tidak menderita hipertensi, risiko stroke meningkat terus hingga usia 90, menyamai risiko stroke pada seorang yang menderita hipertensi. Sejumlah penelitian menunjukkan, obat-obatan anti hipertensi dapat mengurangi risiko stroke sebesar 38% dan pengurangan angka kematian akibat stroke sebesar 40%.

· Penyakit jantung
Faktor risiko berikutnya adalah penyakit jantung (terutama, atrial fibrilation) yakni penyakit jantung dengan denyut tidak teratur di bilik kiri atas. Denyut jantung di atrium kiri mencapai empat kali lebih cepat dibandingkan di bagian-bagian jantung lainnya. Ini akan menyebabkan aliran darah menjadi tidak teratur dan secara insidental membentuk gumpalan darah. Gumpalan gumpalan yang kemudian mencapai otak menyebabkan stroke. Pada seorang yang berusia di atas 80 tahun, atrial fibrilation merupakan penyebab utama kematian pada 1 dan 4 penderita stroke. Penyakit jantung lainnya adalah cacat pada bentuk katup jantung (mitral valve stenosis) atau (mitral valve calcification). Juga cacat pada bentuk otot jantung, misal: PFO (patent foramen ovale) atau lubang pada dinding jantung yang memisalkan kedua bilik atas. Secara alami, gumpalan dalam darah biasanya disaring dalam paru-paru. Karena berlubang, dinding jantung yang dapat meloloskan gumpalan darah tidak melalui paru-paru, melainkan langsung ke pembuluh otak tersebut dapat menyebabkan stroke. Cacat katup jantung lainnya adalah ASA (atrial septal aneurysm) atau cacat bentuk kongenital (sejak lahir) pada jaringan jantung, yakni penggelembungan dinding jantung ke arah salah satu biliknya. PFO dan ASA yang sering terjadi bersamaan itu mampu meningkatkan risiko stroke. Masih terdapat dua cacat bentuk jantung yang nampak memerbesar risiko stroke tanpa penyebab kentara. Pertama, pembesaran atrial kiri bilik jantung kiri menyebabkan irama jantung menjadi pincang. Ventricular hypertrophy di bagian kiri, di mana dinding kamar jantung kiri yang lebih tebal tersebut menyebabkan pemompaan darah kurang elastis. Faktor lain dapat terjadi pada pelaksanaan operasi jantung yang berupaya memerbaiki cacat bentuk jantung. Tanpa diduga, plak yang dapat terlepas dan dinding aorta (batang nadi jantung) tersebut hanyut mengikuti aliran darah ke leher dan otak yang kemudian menyebabkan stroke.

· Diabetes
Penderita diabetes memiliki risiko tiga kali lipat terkena stroke dan mencapai tingkat tertinggi pada usia 50-60 tahun. Setelah itu, risiko tersebut akan menurun. Namun terdapat faktor penyebab lain yang dapat memerbesar risiko stroke. Karena umumnya, sekitar 40% penderita diabetes juga mengidap hipertensi.

· Kadar kolesterol darah
Penelitian menunjukkan, makanan kaya lemak jenuh dan kolesterol seperti daging, telur, dan produk susu dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam tubuh dan berpengaruh pada risiko aterosklerosis dan penebalan pembuluh. Kadar kolesterol di bawah 200 mg/dl dianggap aman, sedangkan di atas 240 mg/dl sudah berbahaya dan menempatkan seorang pada risiko terkena penyakit jantung dan stroke. Memerbaiki tingkat kolesterol dengan menu makan sehat dan olahraga teratur dapat menurunkan risiko aterosklerosis dan stroke. Dalam kasus tertentu, dokter dapat memberikan obat penurun kolesterol.

· Merokok
Merokok merupakan faktor risiko stroke yang sebenarnya paling mudah diubah. Perokok berat menghadapi risiko lebih besar dibandingkan perokok ringan. Terlepas dan faktor risiko yang lain, merokok mampu melipat-ganda risiko stroke iskemik dan meningkatkan risiko subaraknoid hemoragik hingga 3,5% Merokok adalah penyebab nyata penyakit stroke yang banyak terjadi pada usia dewasa ketimbang tengah baya atau lebih tua. Sesungguhnya risiko stroke dapat menurun seketika, setelah berhenti merokok dalam periode 2-4 tahun. Perlu diketahui, merokok memicu produksi fibrinogen (faktor penggumpal darah) yang merangsang timbulnya aterosklerosis.
Pada penderita karena merokok, kerusakan akibat stroke jauh lebih parah. Karena dinding bagian dalam (endothelial) pada sistem pembuluh darah otak (serebrovaskular) biasanya telah melemah. Hal mi menyebabkan kerusakan lebih besar pada otak saat menapaki tahapan stroke kedua.

· Alkohol berlebihan
Secara umum, meningkatnya konsuniii alkohol selalu disertai dengan meningkatnya tekanan darah yang mengarah pada peningkatan risiko stroke iskemik dan hemoragik. Konsumsi alkohol yang tidak berlebihan dapat mengurangi daya penggumpalan platelet dalam darah, seperti halnya asnirin. Dengan demikian, konsumsi alkohol yang cukup justru dianggap dapat melindungi tubuh dan bahaya stroke iskemik. The New England Journal of Medicine (edisi 18 November 2000) melaporkan: “Physicians Health Study telah memantau, bahwa 22.000 pria yang selama 12 tahun mengonsumsi alkohol sekali sehari terbukti mengalami penurunan risiko stroke.” Klaus Berger M.D. (Brigham and Women’s Hospital, Boston) pula menemukan manfaat alkohol bila dikonsumsi seminggu sekali. Akan tetapi realitasnya, disiplin penggunaan manfaat alkohol dalam konsumsi sangat sulit dikendalikan dan efek sampingnya justru lebih berbahaya. Penelitian lain pula menyimpulkan: “Dengan mengonsumsi alkohol secara berlebihan dapat memengaruhi jumlah platelet yang mengarah pada kekentalan dan penggumpalan darah. Alhasil, hal ini akan menyebabkan pendarahan di otak dan meningkatkan risiko stroke iskemik.”
· Obat-obatan terlarang
Penggunaan obat-obatan terlarang seperti kokain dan senyawa olahannya dapat menyebabkan stroke, di sampingg memicu faktor risiko lain seperti hipertensi, penyakit jantung dan pembuluh darah. Kokain juga meyebabkan gangguan atau memercepat denyut jantung (arrythmias). Obat-obatan tersebut menyebabkan pembentukan gumpalan darah. Diakui bahwa marijuana mampu mengurangi tekanan darah dan apabila berinteraksi dengan faktor risiko lain, seperti hipertensi dan merokok, akan menyebabkan tekanan darah naik turun dengan cepat. Keadaan ini berpotensi merusak pembuluh darah.

· Cedera kepala dan leher
Cedera pada kepala dapat menyebabkan pendarahan di dalam otak. Kerusakannya pun sama seperti pada stroke hemoragik. Cedera pada leher, apabila terkait dengan robeknya tulang punggung atau pembuluh carotid — akibat peregangan atau pemutaran leher secara berlebihan atau karena tekanan pada pembuluh merupakan penyebab stroke yang cukup signifikan, terutama pada seorang berusia muda.

· Infeksi
Infeksi virus dan bakteri yang dapat bergabung dengan faktor risiko lain tersebut memicu terjadinya stroke. Secara alamiah, sistem kekebalan tubuh biasanya melakukan perlawanan terhadap infeksi yang meningkatkan peradangan dan menangkal infeksi pada darah. Sayangnya, reaksi kekebalan ini meningkatkan faktor penggumpalan darah yang justru memicu risiko stroke embolik-iskemik.

rpp

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)

Sekolah : SMK Negeri 2 Yogyakarta
Mata Pelajaran : Kewirausahaan
Tingkat / Kelas : II / Semua Bidang Keahlian
Semester : Genap
Standar Kompetensi : Merencanakan Usaha Kecil / Mikro
Kompetensi Dasar : Menganalisis Aspek-Aspek Pengelolaan Usaha
Alokasi Waktu : 26 jam x 45 menit (13 pertemuan)
Indikator :
1. Kemampuan menentukan bentuk badan usaha serta menyusun struktur organisasi.
2. Mampu menghitung kebutuhan bahan baku dengan tepat.
3. Mampu membuat surat, mencatat transaksi dan menyusun pembukuan sederhana.
4. Mampu merancang proses produksi
5. Mampu merencanakan pemasaran (promosi, distribusi, penetapan harga, dan pelayanan prima)
6. Mampu menetapkan anggaran dan permodalan dengan cepat.
7. Mampu menghitung bep dan laba rugi
8. Mampu menganalis kebutuhan tenaga kerja, menghitung gaji, menghitung pajak penghasilan, merencanakan pengembangan tenaga kerja.

1. Tujuan Pembelajaran :
a. Siswa mampu menjelaskan pengertian Manajemen dan Organisasi Usaha
b. Siswa mampu menyebutkan bentuk-bentuk badan usaha.
c. Siswa mampu menggambarkan struktur organisasi usaha.
d. Siswa mampu menjelaskan pengertian produk dan jasa
e. Siswa dapat menjelaskan tentang persediaan barang.
f. Siswa mengetahui tentang proses produksi
g. Siswa dapat menghitung beberapa metode nilai persediaan
h. Siswa dapat mengetahui cara menyimpan produk.
i. Siswa dapat menjelaskan tentang administrasi usaha
j. Siswa dapat menjelaskan tentang ketatausahaan
k. Siswa dapat menjelaskan tentang pencatatan transaksi barang dan jasa.
l. Siswa mampu menjelaskan tentang kepuasan pelanggan
m. Siswa mampu menjelaskan seni menjual dan teknik promosi.
n. Siswa mampu menjelaskan teknik negosiasi
o. Siswa dapat menyebutkan saluran dan jaringan distribusi.
p. Siswa dapat menjelaskan cara penetapan harga suatu produk
q. Siswa dapat menjelaskan teknik dan prosedur permodalan
r. Siswa dapat mengetahui tujuan perencanaan keuangan
s. Siswa dapat menyebutkan prosedur permodalan kredit
t. Siswa dapat menyusun Rencana Anggaran biaya
u. Siswa mampu menganalisis kebutuhan tenaga kerja
v. Siswa mampu menjelaskan cara penempatan dan pengembangan tenaga kerja.

2. Materi Pembelajaran
a. Sikap:
• Cermat dan taat asas.
• Rapi dan komunikatif.
b. Pengetahuan:
• Pengertian manajemen dan organisasi
• Jenis-jenis dan bentuk organisasi
• Bentuk-bentuk badan usaha
• Struktur organisasi sederhana
• Pengertian produk dan jasa
• Persediaan barang
• Menhgitung beberapa metode nilai persediaan
• Cara menyimoan produk
• Administrasi usaha
• Ketatausahaan
• Pengarsipan dokumen perusahaan
• Pelayanan prima
• Promosi
• Teknik menjual
• Negoisasi
• Saluran distribusi
• Penetapan harga
• Kepuasan pelanggan
• Teknik dan prosedur permodalan
• Tujuan dan perencanaan keuangan
• Prosedur permodalan kredit
• Rencana anggaran biaya
• Sumber daya manusia
c. Ketrampilan
• Menetapkan bentuk – bentuk badan usaha
• Menyusun organisasi sederhana
• Menentukan jenis dan kualitas produk dan jasa
• Menghitung kebutuhan dan persediaan bahan baku
• Merencang proses produksi
• Membuat surat
• Mencatat transaksi barang / jasa
• Membuat pembukuan sederhana
• Merencanakan bentuk promosi
• Melakukan negosiasi
• Menentukan saluran distribusi
• Menetapkan harga jual
• Mengumpulakan informasi proses pengajuan kredit
• Menyusun RAB
• Menghitung BEP

3. Metode Pembelajaran
a. Ceramah
b. Diskusi
c. Pemberian tugas
d. Tanya Jawab

4. Langkah-langkah pembelajaran
Pertemuan Pertama
a. Kegiatan Awal
1) Salam pembuka
2) Berdoa bersama (apabila jam pertama)
3) Mempresensi siswa
4) Motivasi kesiapan siswa
5) Memberi apersepsi mengenai aspek-aspek pengelolaan usaha.
b. Kegiatan Inti
1) Guru menjelaskan pengerian manejeman dan organisasi usaha, bentuk-bentuk badan usaha dan struktur organisasi usaha.
2) Siswa memperhatikan dan mencatat materi yang dijelaskan oleh guru
3) Guru memberikan tugas menggambar struktur organisasi yang ada disekolah dan mendiskusikannya.
4) Guru memberikan tugas pengamatan organisasi sederhana yang ada dilingkungan sekitar tempat tinggal siswa. (tugas rumah)

Pertemuan Kedua
a. Kegiatan Awal
1) Salam pembuka
2) Berdoa bersama (apabila jam pertama)
3) Mempresensi siswa
4) Motivasi kesiapan siswa
5) Guru menanyakan materi sebelumnya mengenai aspek-aspek pengelolaan usaha. Dan menanyakan tugas yang sudah diberikan.
b. Kegiatan Inti
1) Guru menjelaskan produk/jasa dan persediaaan barang
2) Guru menjelaskan perhitungan persediaan barang
3) Siswa memperhatikan mencatat dan latihan menghitung persediaan barang

Pertemuan Ketiga
a. Kegiatan Awal
1) Salam pembuka
2) Berdoa bersama (apabila jam pertama)
3) Mempresensi siswa
4) Motivasi kesiapan siswa
5) Guru menanyakan materi sebelumnya dan memberi kesempatan siswa untuk menanyakan materi sebelumnya.
b. Kegiatan Inti
1) Guru melanjutkan menjelaskan dan memberikan latihan perhitungan persediaan barang.
2) Siswa mengerjakan latihan dengan cermat.
3) Guru menjelaskan cara penyimpanan suatu produk dan cara pencatatan penerimaan dan penggunaan barang
4) Siswa mencatat dan memperhatikan dengan seksama

Pertemuan Keempat
a. Kegiatan Awal
1) Salam pembuka
2) Berdoa bersama (apabila jam pertama)
3) Mempresensi siswa
4) Motivasi kesiapan siswa
5) Guru menanyakan materi sebelumnya dan memberi kesempatan siswa untuk menanyakan materi sebelumnya.
b. Kegiatan Inti
a. Guru menjelaskan tentang pengertian, maksud dan tujuan, fungsi dan kegunaaan serta macam-macam kegiatan administrasi usaha
b. Siswa memperhatikan dan mencatat penjelasan guru.
c. Guru memberikan penjelasan cara membuat surat penawaran dan surat pesanan
d. Guru memberi contoh cara membuat surat perjanjian jual beli
e. Guru menjelaskan cara mengurus surat ijin usaha dan tujuan mengarsip surat
f. Siswa memperhatikan dan mencatat materi yang disampaikan guru
g. Guru memberikan tugas untuk membuat contoh surat penawaran, surat pesanan, surat perjanjian jual beli
h. Siswa mengerjakan tugas dari guru


Pertemuan Kelima
a. Kegiatan Awal
1) Salam pembuka
2) Berdoa bersama (apabila jam pertama)
3) Mempresensi siswa
4) Motivasi kesiapan siswa
5) Guru menanyakan materi yang telah disampaikan sebelumnya dan memberikan apersepsi mengenai surat ijin usaha
b. Kegiatan Inti
1) Guru menjelaskan macam dan jenis surat ijin usaha antara lain SITU, SIUP, NRB, dan AMDAL
2) Guru menjelaskan cara membuat transaksi barang dan jasa, cara memasukkan ke jurnal
3) Siswa memperhatikan dan mencatat materi yang disampaikan guru
4) Guru memberikan tugas membuat SITU dan SIUP apabila akan mendirikan kios
5) Guru memberikan tugas untuk memasukkan data-data transaksi ke dalam jurnal
6) Siswa mengerjakan tugas dari guru

Pertemuan Keenam
a. Kegiatan Awal
1) Salam pembuka
2) Berdoa bersama (apabila jam pertama)
3) Mempresensi siswa
4) Motivasi kesiapan siswa
5) Guru memberikan kesempatan siswa untuk bertanya
b. Kegiatan Inti
1) Guru melanjutkan memberikan latihan memasukkan data-data transaksi kedalam jurnal
2) Siswa mengerjakan dengan seksama
3) Guru menjelaskan pengertian pajak, macam-macam pajak, fungsi, syarat pemungutan pajak, dan menghitung pajak
4) Guru memberikan tugas penghitung pajak pribadi
5) Siswa mengerjakan dengan cermat dan tepat.

Pertemuan Ketujuh
a. Kegiatan Awal
1) Salam pembuka
2) Berdoa bersama (apabila jam pertama)
3) Mempresensi siswa
4) Motivasi kesiapan siswa

b. Kegiatan Inti
1) Guru memberikan evaluasi tertulis berupa soal uraian mengenai materi yang telah disampaikan sebelumnya
2) Siswa mengerjakan soal-soal yang telah dikerjakan dan kemudian dikumpulkan

Soal evaluasi:
1) Mengapa dalam suatu organisasi perlu organizing/ pengorganisasian
2) Gambarkan struktur organisasi garis lini dan sebutkan keuntungan dan kerugiannya
3) Jelaskan perbedaaan sekutu aktif dan sekutu pasif dalam CV!
4) Hitung dengan metode FIFO
Data bahan baku PT Jaya Abadi selama bulan Mei 2007
01 Mei, persediaan 7.000 kg @ Rp 1.000,00
12 Mei, persediaan 10.000 kg @ Rp 1.050,00
15 Mei, masuk proses produksi 12.000 kg
Berapa bahan baku yang dipakai dalam proses produksi tersebut?
5) Apa yang dimaksud dengan administrasi usaha?
6) Bagaimana cara mengurus surat izin tempat usaha?
7) Catatlah transaksi berikut kedalam buku jurnal umum
a. tanggal 5 januari 2000, dibeli dari UD Rejeki Semarang barang dagangan seharga Rp 100.000 Fkatur No 022 dengan syarat 3/10, n/60
b. Tanggal 8 januari 2000, dibeli secara tunai barang daganganseharga Rp 400.000 dari took maju.
c. Tanggal 9 januari 2000, dibayar biaya pengiriman barang dari UD Sumber Rejeki Semarang sebesar Rp 75.000
d. Tanggal 10 Januari 2000, dijual kepada Toko Adil barang dagangan seharga Rp 750.000 dengan faktur no.010 dengan syarat 2/10, n/30
e. Tanggal 10 januari 2000, dibayar ongkos angkut penjualan pada Toko Adil Rp 50.000
8) Hitunglah pajak yang harus dibayarkan oleh PT. Sejahtera yang mempunyai penerimaan bruto Rp 250.000.000,00 setahun. Setelah dikurangi biaya-biaya perusahaan termasuk penyusutan dan iuran pension sebesar Rp 170.000.000,00 penghasilan kena pajak (PKP-nya) adalah Rp 80.000.000,00 Berapa PPh yang harus dibayar oleh PT Sejahtera?









Penilaian
Tes tertulis dengan jumlah soal adalah 8. Masing-masing No. nilainya berbeda:
Soal No.1 nilai 2 No.6 nilai 2
No.2 nilai 4 No.7 nilai 6
No.3 nilai 2 No.8 nilai 6
No.4 nilai 6
No.5 nilai 2
Total Skor 30
Nilai tertinggi : 10

Pertemuan Kedelapan
b. Kegiatan Awal
1) Salam pembuka
2) Berdoa bila jam pertama
3) Mempresensi siswa
4) Motivasi siswa
5) Memberikan apersepsi tentang pemasaran

c. Kegiatan Inti
1) Guru menjelaskan tentang pelayanan prima dan promosi
2) Siswa menjelaskan dan mencatat penjelasan guru
3) Guru membagi kelas menjadi dua kelompok untuk mrndiskusikan pelayanan yang memuaskan bagi konsumen dan cara promosi yang menarik.
4) Siswa melaksanakan tugas.

Pertemuan Kesembilan
a. Kegiatan Awal
1) Salam pembuka
2) Berdoa bila jam pertama
3) Mempresensi siswa
4) Motivasi siswa
5) Guru review materi sebelumnya.
b. Kegiatan Inti
1) Guru menjelaskan teknik menjual, negosiasi, saluran distribusi barang, penetapan harga dan kepuasan pelanggan
2) Siswa memperhatikan dan mencatat penjelasan dari guru.
3) Guru memberikan tugas dirumah membuat iklan untuk menawarkan suatu produk.

Pertemuan Kesepuluh
a. Kegiatan Awal
1) Salam pembuka
2) Berdoa bila jam pertama
3) Mempresensi siswa
4) Motivasi siswa
5) Guru memberikan apersepsi tentang permodalan dan pembiayaan usaha
b. Kegiatan inti
1) Guru mejelaskan teknik dan prosedur permodalan
2) Siswa memperhatikan dan mencatat penjelasan guru
3) Guru memberikan bahan diskusi tentang penyiapan permodalan dan pengelolaan pembiayaan usaha kecil berdasarkan pedoman dasar di dalam membuat perencanaan keuangan.
4) Siswa mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru.

Pertemuan Kesebelas
a. Kegiatan Awal
1) Salam pembuka
2) Berdoa bila jam pertama
3) Mempresensi siswa
4) Motivasi siswa
5) Guru menanyakan materi yang telah lalu dan meberikan kesempatan siswa bertanya.
b. Kegiatan inti
1) Guru mejelaskan tentang modal investasi, modal kerja, BEP dan menghitung laba-rugi.
2) Siswa memperhatikan dan mencatat penjelasan dari guru
3) Guru memberikan latihan penghitungan BEP dan perhitungan laba/ rugi
4) Siswa mengerjakan dengan cermat.

Pertemuan Keduabelas
a. Kegiatan Awal
1) Salam pembuka
2) Berdoa bila jam pertama
3) Mempresensi siswa
4) Motivasi siswa
5) Guru memberikan apersepsi tentang SDM
b. Kegiatan inti
1) Guru menjelaskan perhitungan dan penetapan jumlah tenaga kerja yang diperlukan suatu perusahaan, penentuan kualifikasi tenaga kerja, macam-macam analisis jabatan dan manfaatnya, dan penempatan dan pengembangan tenaga kerja.
2) Siswa memperhatikan dan mencatat penjelasan guru
3) Guru memberikan tugas mengerjakan latihanyang ada di dalam LKS Kewirausahaan hal 51 dan 55.
4) Siswa mengerjakan dengan cermat dan tepat.

Pertemuan Ketigabelas
a. Kegiatan Awal
1) Salam pembuka
2) Berdoa bersama (apabila jam pertama)
3) Mempresensi siswa
4) Motivasi kesiapan siswa
b. Kegiatan Inti
1) Guru memberikan evaluasi tertulis berupa soal uraian mengenai materi yang telah disampaikan sebelumnya
2) Siswa mengerjakan soal-soal yang telah dikerjakan dan kemudian dikumpulkan

Soal evaluasi:
1) Apa yang harus dilakukan seorang wirausaha dalam mewujudkan kepuasan konsumen?
2) Jelaskan tujuan perencanaan keuangan!
3) Sebut dan jelaskan unsur-unsur modal kerja yang perlu diketahui dan dijalankan oleh wirausaha didalam menjalankan usaha.
4) PT Sutera memproduksi barang dalam periode dengan mengelompokkan macam-macam biaya sebagai berikut:
- Biaya tetap Rp 45.000.000,00
- Biaya variable per unit Rp 900,00
Barang tersebut dijual di pasar dengan harga Rp 1.500,00 per unit. Ditanyakan:
a) Tingkat produksi yang harus dilaksanakan.
b) Buktikan bahwa BEP, jumlah hasil penjualan produksi sama dengan jumlah biaya produksi!
c) Buatlah grafiknya!

5) PT Maju Makmur memproduksi 50.000 unit barang dengan membutuhkan biaya total sebesar Rp 100.000.000,00 Biaya per unit Rp 1.500,00; biaya variabel Rp 700,00 dan biaya tetap Rp 500,00. Adapun harga jual Rp 2000 per unit dan pada tahun lalu memproduksi sebesar 35.000 unit barang. Akan tetapi, karena terjadi perubahan pasar, tahun ini perusahaan hanya memproduksi dan laku 20.000 unit barang jasa. Hitung laba/ruginya!
6) Jelaskan tujuan seleksi calon tenaga kerja.



Penilaian
Tes tertulis dengan jumlah soal adalah 8. Masing-masing No. nilainya berbeda:
Soal No.1 nilai 2
No.2 nilai 2
No.3 nilai 2
No.4 nilai 6
No.5 nilai 6
No.6 nilai 2
Nilai tertinggi : 10

5. Sumber Belajar
a. Buku Kewirausahaan Armico Jilid II
b. Buku Kewirausahaan Yudhistira Jilid II
c. Modul Proposal Usaha


6. Penilaian
a. Tes Tertulis
b. Penugasan
c. Portofolio



RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)

Sekolah : SMK Negeri 2 Yogyakarta
Mata Pelajaran : Kewirausahaan
Tingkat / Kelas : II / Semua Bidang Keahlian
Standar Kompetensi : Merencanakan Usaha Kecil / Mikro
Kompetensi Dasar : Proposal Usaha
Alokasi Waktu : 8 x 45 menit (4 pertemuan)
Indikator
1. Menjelaskan pengertian proposal usaha
2. Mengetahui sistematika dalam menyusun proposal usaha
3. Menyebutkan manfaat dari proposal usaha
4. Menyebutkan hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menyusun proposal usaha
5. Siswa mampu menyusun proposal usaha

1. Tujuan Pembelajaran
a. Siswa mampu menjelaskan pengertian proposal usaha
b. Siswa mengetahui sistematika dalam menyusun proposal usaha
c. Siswa mampu menyebutkan manfaat dari proposal usaha
d. Siswa mampu menyebutkan hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menyusun proposal usaha
e. Siswa mampu menyusun proposal usaha

2. Materi Pembelajaran
a. Pengetahuan :
a. Pengertian proposal usaha
b. Sistematika penyusunan proposal usaha
c. Manfaat proposal usaha
d. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam meyusun proposal usaha
b. Keterampilan :
Menyusun proposal usaha
c. Sikap
Cermat dan taat azas

3. Metode Pembelajaran
a. Ceramah bervariasi
b. Diskusi
c. Tanya Jawab
d. Pemberian tugas


4. Langkah-langkah Pembelajaran
Pertemuan Pertama
a. Kegiatan Awal
1) Salam pembuka
2) Berdoa bersama (apabila jam pertama)
3) Mempresensi siswa
4) Motivasi kesiapan siswa
5) Memberikan apersepsi mengenai proposal usaha
b. Kegiatan Inti
1) Guru menjelaskan pengertian proposal usaha
2) Guru menjelaskan sistematika dalam menyusun proposal usaha
3) Guru menjelaskan manfaat dari proposal usaha
4) Guru menjelaskan hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menyusun proposal usaha
5) Siswa memperhatikan dan mencatat materi yang telah disampaikan oleh guru
c. Kegiatan Penutup
1) Salam Penutup
2) Berdoa (apabila jam terakhir)
3) Guru menyampaikan pesan agar siswa mempelajari kembali

Pertemuan Kedua
a. Kegiatan Awal
1) Salam pembuka
2) Berdoa bersama (apabila jam pertama)
3) Mempresensi siswa
4) Motivasi kesiapan siswa
5) Menanyakan mengenai materi yang telah disampaikan sebelumnya
b. Kegiatan Inti
1) Guru menjelaskan membuat proposal usaha untuk mengajukan kredit usaha baru sesuai dengan aspek-aspek pengelolaan usaha
2) Guru memberikan contoh penyusunan proposal yang mampu dipahami orang lain
3) Guru memberikan tugas penyusunan proposal yang mampu dipahami orang lain
4) Siswa mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru
c. Kegiatan Penutup
e. Salam Penutup
f. Berdoa (apabila jam terakhir)
g. Guru menyampaikan pesan agar siswa mempelajari materi yang telah disampaikan



Pertemuan Ketiga
i. Kegiatan Awal
1) Salam pembuka
2) Berdoa bersama (apabila jam pertama)
3) Mempresensi siswa
4) Motivasi kesiapan siswa
5) Menanyakan mengenai materi yang telah disampaikan sebelumnya

ii. Kegiatan Inti
1) Guru menjelaskan penyusunan proposal usaha disesuaikan dengan program keahlian
2) Siswa memperhatikan dan mencatat materi yang telah disampaikan oleh guru
3) Guru memberikan tugas kepada siswa untuk menyusun proposal usaha sesuai program keahlian
4) Siswa mengerjakan tugas guru
iii. Kegiatan Akhir
1) Guru memberikan pesan agar siswa melanjutkan tugas yang telah disampaikan
2) Salam penutup
3) Berdoa apabila jam terakhir

Pertemuan Keempat
a. Kegiatan Awal
1) Salam pembuka
2) Berdoa bersama (apabila jam pertama)
3) Mempresensi siswa
4) Motivasi kesiapan siswa dan persiapan evaluasi
5) Menanyakan mengenai hasil tugas yang telah diberikan pada pertemuan sebelumnya
b. Kegiatan Inti
1) Guru memberikan soal-soal evaluasi
2) Siswa mengerjakan soal-soal evaluasi dengan sebaik-baiknya dan kemudian dikumpulkan
c. Kegiatan Akhir
1) Berdoa apabila jam terakhir
2) Salam penutup





Soal evaluasi:
1) Apa yang dimaksud dengan proposal usaha?
2) Mengapa proposal usaha harus selengkap mungkin
3) Sebutkan setiap factor yang diperhatikan dalam menyusun proposal usaha.
4) Meliputi apakah draf proposal usaha pada aspek manajemen?
5) Meliputi apa sajakah draf proposal usaha pada aspek pabrik?
6) Apakah yang perlu ditulis dalam apendiks
7) Sebutkan kemampuan wirausaha yang harus dimiliki oleh penyusun wirausaha?
8) Kenapa proposal usaha dipresentasikan?
9) Apa yang dimaksud dengan penilaian kelayakan usaha?
10) Dengan menggunakan analisis manfaat financial, jelaskan bagaimana kelayakan usaha yang direncanakan?

Penilaian
Tes tertulis dengan jumlah soal adalah 10.Masing-masing No. skornya 2, Nilai tertinggi : 10

5. Sumber Belajar
d. Buku Kewirausahaan Armico Jilid II
e. Buku Kewirausahaan Yudhistira Jilid II
f. Modul Proposal Usaha


6. Penilaian
d. Tes Tertulis
e. Penugasan
f. Portofolio

proposal

PROPOSAL KOMPETISI KEWIRAUSAHAAN
PRODI MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI UMY
TAHUN 2010/2011

I. LATAR BELAKANG

Kompetisi kewirausahaan diadakan oleh Prodi Manajemen Fakultas Ekonomi adalah merupakan suatu bentuk kepedulian kami melihat fenomena masih rendahnya jumlah wirausaha yang ada di Negara kita. Diperkirakan dari sekitar 213 juta penduduk Indonesia atau 238 juta penduduk Indonesia versi sementara BPS, dengan penduduk usia kerja 169,33 juta Indonesia hanya memiliki jumlah wirausaha sebanyak 564.240 unit atau berkisar pada 0,24% dari total jumlah penduduk Indonesia saat ini. Berdasarkan data tersebut dapat dilihat masih minimnya wirausaha yang ada di Indonesia dan angka tersebut masih sangat jauh dengan total jumlah penduduk yang ada dengan kebutuhan lahan kerja.
Jiwa kewirausahaan penting ditumbuhkan sejak usia remaja. Melihat arti penting pengembangan jiwa kewirausahaan ini, maka Prodi Manajemen Fakultas Ekonomi UMY menyelenggarakan kompetisi kewirausahaan untuk membangun jiwa kewirausahaan bagi pelajar SMU/SMK sejak usia dini.

II. TUJUAN
1. Menggali potensi siswa dalam berwirausaha.
2. Menumbuhkan motivasi berwirausaha para siswa.
3. Mendorong tumbuhnya calon wirausaha muda (siswa-siswi SMA) dalam melakukan perencanaan bisnis secara matang
4. Membangun jejaring antara prodi manajemen dengan sekolah mitra dalam mengembangkan jiwa kewirausahaan

III. PESERTA
Peserta adalah kelompok siswa SMA dengan anggota 2-3 orang (minimal salah satu anggota adalah kelas 11) yang memiliki ide bisnis yang kreatif, inovatif, memiliki jiwa dan semangat kewirausahaan.

IV. OUTCOME
Business Plan (perencanaan bisnis)

V. MEKANISME DAN RANCANGAN AKTIVITAS
1. Teknis pelaksanaan dan ketentuan kegiatan:
a. Pendaftaran peserta
Peserta dianggap mendaftarkan diri pada saat penyerahan proposal business plan (dilengkapi dengan scan kartu pelajar) beserta alamat resmi sekolah yang bersangkutan, dikirim ke email resmi panitia lomba. Penyerahan proposal diterima panitia paling lambat tanggal 9 Mei 2011 pukul 14.00 WIB.

b. Teknis pelaksanaan kegiatan:
Kegiatan kompetisi kewirausahaan ini di lakukan dengan mengkompetisikan business plan masing-masing peserta. Tim juri akan menyeleksi Business Plan peserta yang masuk ke Prodi Manajemen FE UMY melalui pos dengan alamat Prodi Manajemen UMY Jl. Lingkar Selatan, Tamantirto, Kasihan, Bantul, Yogyakarta 55183 atau email prodi.manajemen@umy.ac.id. Seleksi akan dilakukan dalam 2 tahap:
1). Tahap pertama, tim juri akan menyeleksi seluruh business plan yang masuk dan mengambil 5 peserta yang lolos seleksi. Disediakan subsidi transportasi bagi peserta yang lolos tahap pertama
2). Tahap ke-2, peserta yang lolos dalam seleksi tahap pertama akan mempresentasikn business plan nya di depan tim juri dan akan di ambil 3 pemenang.
Syarat dan ketentuan lihat dilampiran 1 dan 2
Aspek penilaian pada:
1) Tahap pertama
Aspek yang dinilai:
a) Sistematika penulisan (minimal harus mencakup keseluruhan point yang telah ditentukan oleh panitia)
b) Isi proposal, meliputi:
(1) Relevansi judul dengan isi proposal
(2) Orisinalitas gagasan
(3) Originalitas proposal
(4) Inovatif dan kreatif
(5) Kelayakan implementasi di lapangan
2) Tahap ke-dua
Peserta yang lolos seleksi pada tahap pertama di wajibkan untuk mengikuti seleksi tahap ke-dua dengan mempresentasikan proposalnya. Aspek yang di nilai:
a) Penguasaan terhadap materi yang disampaikan
b) Kesesuaian materi dengan tampilan slide
c) Proses penyampaian materi terhadap audiens
d) Kemampuan dalam berinteraksi dengan audiens
2. Penjurian
Tim juri berasal dari internal UMY yang sudah berpengalaman dalam bidang kewirausahaan.

**Catatan: Keputusan tim juri bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.

3. Hadiah
Kegiatan kompetisi kewirausahaan ini akan diambil 3 proposal terbaik, dengan hadiah sebagai beriut:
a. Juara 1 : Rp. 2.500.000.00 + Tropi + Piagam penghargaan + diterima di prodi manajemen UMY sesuai dengan kelulusan peserta tanpa tes

b. Juara II : Rp. 2.000.00 + Tropi + Piagam penghargaan + diterima di prodi manajemen UMY sesuai dengan kelulusan peserta tanpa tes

c. Juara III : Rp. 1.500.000.00 + Tropi + Piagam penghargaan diterima di prodi manajemen UMY sesuai dengan kelulusan peserta tanpa tes

**Bagi peserta yang lolos seleksi tahap ke-2 akan mendapatkan Souvenir menarik + piagam penghargaan dari Prodi Manajemen FE UMY.


VI. JADUAL PELAKSANAAN KEGIATAN
Kegiatan kompetisi kewirausahaan yang bertajuk “Take your opportunity to be success young entrepreneur” adalah sebagai berikut:
No. Uraian Waktu pelaksanaan Keterangan
1. Penerimaan proposal Business Plan 25 April sd 9 Mei 2011
• Proposal diterima panitia pos atau email paling lambat tanggal 9 Mei pukul 14.00 WIB
2. Pengumuman hasil seleksi tahap pertama 16 Mei 2011 • Hasil seleksi tahap pertama akan di umumkan panitia via email dan pos.
3. Seleksi tahap ke-dua (Presentasi proposal Business Plan) 21 Mei 2011 • Lokasi: Ruang pengembangan soft skill manajemen FE UMY, Gedung D lantai dasar.
• Waktu: jam 08.00 WIB - selesai
4. Pengumuman pemenang proposal Business Plan dan penyerahan hadiah 21 Mei 2011 • Pengumuman pemenang dan penyerahan hadiah akan di laksanakan beberapa saat setelah presentasi para peserta .

VII. PENUTUP
Demikian proposal kompetisi kewirausahaan ini kami ajukan. Besar harapan kami agar Bapak/Ibu dapat mendorong para siswanya untuk ikut serta mengikuti kegiatan ini.Semoga kegiatan kompetisi ini bisa menumbuhkan semangat berwirausaha pada para siswa yang pada akhirnya akan melahirkan wirausaha-wirausaha muda kreatif dan inovatif yang mampu menciptakan lapangan kerja untuk dirinya sendiri dan orang lain, Amin.


Yogyakarta, 30 Oktober 2010
Kepala
Program Studi Manajemen

Sri Handari., SE., M.Si

























Lampiran 1 Ketentuan proposal business plan
1) Proposal business plan maksimal 20 halaman.
2) Format penulisan: Font: Times New Roman; size: 12; Line Spacing 1.5.
3) Business Plan yang diusulkan tidak melanggar peraturan perundangan yang berlaku, ketertiban umum dan norma kesusilaan.
4) Business plan yang diusulkan berlaku untuk perencanaan business yang belum beroperasi atau pengembangan usaha.
5) Business Plan yang diusulkan harus harus bisa diimplementasikan sebagai bisnis nyata.
6) Rencana bisnis belum pernah dilombakan.
7) Rencana bisnis tersebut adalah karya original dari peserta, bukan merupakan plagiatisme dari rencana bisnis yang sudah ada.
8) Dewan juri berhak membatalkan kemenangan peserta apabila terbukti ada indikasi plagiatisme.
9) Semua persyaratan dan proposal rencana bisnis dikirimkan ke email panitia di prodi.manajemen@umy.ac.id














Lampiran 2: Format proposal dan Power point
10) Judul
Judul dibuat secaramenarik dan singkat.
11) Executive summary
Di bagian awal dari proposal harus memuat:
a) Executive summary merupakan uraian singkat yang mencakup keseluruhan konsep/isi proposal.
b) Executive summary hanya terdiri dari 1 halaman.
12) Pendahuluan
Pada bagian pendahuluan, proposal harus menjelaskan mengenai:
a) Latar belakang dan motivasi melakukan usaha.
b) Justifikasi pemilihan obyek usaha.
c) Tujuan usaha yang hendak dicapai.
13) Analisis produk
Produk yang dimaksud disini bisa juga berupa jasa. Produk atau jasa yang diusulkan hendaknya mengandung suatu inovasi sehingga memiliki keunggulan dibandingkan dengan produk/jasa yang sudah ada. Inovasi bisa dalam hal produk/jasa itu sendiri, proses penyampaiannya ke pelanggan atau proses produksinya. Pada bagian ini peserta harus menjelaskan:
a) Jenis dan nama produk, karakteristik produk.
b) Eunggulan produk disbanding produk lain yang ada di pasaran
c) Keterkaitan dengan produk lain termasuk perolehan bahan baku.
14) Analisis pasar
Pada bagian ini proposal harus memuat analisis potensi atau peluang terserapnya produk di pasar serta strategi yang akan diadopsi agar produk bisa bersaing dengan produk sejenis yang ada di pasar. Bagian ini akan memuat, antara lain:
a) Profil kosumen
b) Potensi dan segmentasi pasar
c) Pesaing dan peluang pasar
d) Media promosi yang akan digunakan
e) Target atau rencana penjualan satu tahun
f) Strategi pemasaran yang akan diterapkan
15) Analisis produksi atau operasi
Bagian ini harus menjelaskan bagaimana produk atau jasa dihasilkan. Uraian pda bagian ini akan mecakup:
a) Bahan baku, bahan penolong dan peralatan yag digunakan.
b) Pasokan bahan baku.
c) Proses produksi/operasi.
d) Jumlah produk/jasa yang dihasilkan dalam satu tahun.
16) Analisis keuangan
a) Investasi yang diperlukan (kebutuhan modal disertai kebutuhannya)
b) Penentuan harga pokok penjualan
c) Rencana Neraca awal dan Neraca akhir tahun
d) Rencana laporan Laba/Rugi
17) Analisis sumber daya manusia
a) Pemanfaatan SDM
b) Kualifikasi SDM yang dibutuhkan
c) Spesifikasi jabatan (Job Description)
d) Sistem penggajian dan kompensasi
18) Rencana anggaran biaya
Berisi uraian anggaran biaya antara lain meliputi:
a) Kebutuhan investasi
b) Kebutuhan modal kerja
**Catatan: sistematika penyajian di atas hanya merupakan contoh acuan dan tidak menjadi aturan baku yang menutup pengembangan konsep oleh para peserta untuk melengkapi proposal Business Plan namun paling tidak harus mencakup keseluruhan poit yang telah disebutkan di atas.
b. Kriteria Power Point (bagi peserta yang lolos seleksi tahap ke-dua):
1) Program yang digunakan adalah Power Poit 2007 dengan pengembangan sendiri, bukan menggunakan paket program instan.
2) Hasil karya sendiri bukan jiplakan atau meniru orang lain.
3) Isi slide dalam power point dapat berupa: teks, film, animasi, gambar, suara.
4) Masing-masing peserta diberi waktu presentasi maksimal 30 menit (mencakup presentsi dan tanya jawab).

contoh proposal

PEDOMAN PENYUSUNAN PROPOSAL USAHA




PROGRAM
KEWIRAUSAHAAN MAHASISWA
UNIVERSITAS NEGERI MALANG










DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL
UNIVERSITAS NEGERI MALANG
2009

A. LATAR BELAKANG
Untuk menunjang program pengembangan kemahasiswaan, khususnya pengembangan yang bertumpu pada pilar ketiga POLBANGMAWA, yaitu pendekatan dunia kerja – dengan program pengembangan iklim kewirausahaan bagi mahasiswa, maka diperlukan banyak informasi, pengetahuan, ketrampilan, dan pengalaman kewirausahaan yang harus disajikan. Salah satu ketrampilan yang diharapkan dapat dikuasai oleh mahasiswa dalam bidang kewirausahaan adalah ketrampilan dalam menyusun proposal rencana usaha. Ketrampilan menyusun proposal rencana usaha penting untuk dikuasai oleh mahasiswa peserta program kewirausahaan karena tiga alasan (1) proposal usaha merupakan representasi pengetahuan dan penguasaan mahasiswa terhadap usaha yang akan dijalankan, (2) proposal usaha merupakan representasi asumsi terhadap prospek usaha, (3) proposal usaha merupakan tolok ukur dan panduan untuk melaksanakan kegiatan usaha.
Dengan pertimbangan tersebut diatas, maka “Pedoman Penyusunan Proposal Usaha Untuk Program Pengembangan Kewirausahaan Mahasiswa Universitas Negeri Malang” diterbitkan sebagai satu kelengkapan materi kegiatan pelatihan kewirausahaan mahasiswa, serta sebagai kelengkapan panduan untuk dosen pembimbing dalam rangka mendampingi dan mengarahkan mahasiswa bimbingannya.

B. TUJUAN
Pedoman penyusunan proposal usaha Program Kewirausahaan Mahasiswa Unuversitas Negeri Malang disampaikan dengan tujuan untuk:
1. Digunakan sebagai standar acuan penyusunan proposal usaha untuk program Kewirausahaan Mahasiswa Universitas Negeri Malang tahun anggaran 2009.
2. Digunakan sebagai pedoman untuk melaksanakan pembimbingan bagi calon dosen pendamping program Kewirausahaan Mahasiswa Universitas Negeri Malang tahun anggaran 2009.
3. Digunakan sebagai kelengkapan evaluasi kelayakan rencana usaha yang diusulkan oleh mahasiswa dalam rangka pelaksanaan program Kewirausahaan Mahasiswa Universitas Negeri Malang tahun anggaran 2009.
4. Digunakan sebagai standar acuan monitoring dan evaluasi pelaksanaan kegiatan usaha mahasiswa pada program Kewirausahaan Mahasiswa Universitas Negeri Malang tahun anggaran 2009.


C. FORMAT
Penulisan proposal usaha harus memenuhi syarat-syarat tatatulis dan format sebagai berikut:
1. Ukuran kertas : A 4
2. Warna sampul : Putih
3. Font : 12 point
4. Huruf : Times New Roman

D. SISTEMATIKA PROPOSAL
Halaman Sampul
Halaman Pengesahan
BAB. I. PENDAHULUAN
A. Judul Kegiatan: Uraikan secara singkat dan jelas jenis kegiatan /usaha yang akan dilakukan.
B. Status Usaha: Jelaskan status usaha yang akan dilakukan, usaha baru atau pengembangan.
C. Rasional Kegiatan: Uraikan secara jelas alasan yang melatar-belakangi dipilihnya kegiatan usaha yang akan dilakukan,
D. Tujuan Kegiatan: Uraikan tujuan yang ingin dicapai dari kegiatan usaha yang akan dilakukan.

BAB. II. METODOE PELAKSANAAN
A. Produk: Uraikan jenis produk (barang/jasa) yang akan dijual, karakteristik produk, kualitas dan kuantitas produk yang ditawarkan
B. Bahan Baku: Uraikan jenis bahan baku yang akan digunakan untuk produksi, tingkat ketersediaan bahan baku, prosedur perolehan bahan baku. Sumber bahan baku.
C. Proses Produksi: Uraikan alur proses produksi, teknologi yang digunakan, ketrampilan tenaga kerja yang dibutuhkan, jumlah tenaga kerja yang terlibat.
D. Pemasaran: Uraikan dengan jelas katagori/kelas dan perkiraan jumlah konsumen yang dibidik, strategi pemasaran yang dilakukan, sebutkan daerah cakupan pemasaran lokal/regional/nasional.
E. Tempat Produksi: uraiakan dengan jelas alamat tempat usaha dilakukan, jelaskan karakteristik tempat usaha, uraikan pula pengaruhnya terhadap prospek usaha.




BAB. III. TARGET LUARAN
A. Target produk: Uraikan jenis produk (barang/jasa) yang akan dijual, karakteristik produk, kualitas dan kuantitas yang akan ditawarkan.
B. Target konsumen: Uraiakan jenis dan jumlah calon sasaran yang ditargetkan akan menjadi konsumen.
C. Target pendapatan: Uraiakan jumlah pendapatan yang ingin dicapai.
BAB.IV. RENCANA BIAYA
A. Rencana biaya usaha: Jelaskan secara rinci rancangan usaha yang akan dilakukan , perhitungan pembiayaan bahan baku, tenaga kerja, alat produksi, harga jual, dan prediksi aliran kas.
B. Rancangan Pengembangan & Investasi: Uraikan rencana pendapatan yang akan diperoleh dan akan digunakan untuk pengembangan modal usaha, jumlah rupiah yang dapat disetor untuk pengembalian modal,

BAB. V. JADWAL PELAKSANAAN.
Jadwal pelaksanaan: Uraikan jadwal perincian kegiatan, durasi waktu yang dibutuhkan dan waktu pelaksanaan dalam minggu atau bulan.dan besaran volume pekerjaan serta besaran biaya yang dibutuhkan
BAB.VI. ORGANISASI PELAKSANA
A. Personil: Uraikan nama, kualifikasi , dan diskripsi tugas dari personil yang terlibat dalam pelaksanaan usaha.
B. Pendamping: Uraikan nama, kualifikasi personil/lembaga pendamping, peran tugas pendamping yang diharapkan

BAB. VII. POTENSI KHUSUS
A. Peluang Komersial: Uraikan peluang komersial dari produk yang akan dijual/ditawarkan
B. Peluang Patent atau Haki: Uraikan peluang produk yang akan dibuat untuk memperoleh patent atau Haki
C. Peluang Legalitas: Uraikan peluang untuk memperoleh legalitas usaha.

LAMPIRAN :
1. Denah Lokasi Usaha
2. Surat Jaminan Dosen Pendamping

CONTOH PROPOSAL


PROPOSAL USAHA


PROGRAM
KEWIRAUSAHAAN MAHASISWA UNIVERSITAS NEGERI MALANG




Judul:

USAHA INDUSTRI SARI NANAS



Oleh:
Siti Sendari, nim. 40521089340, TI
Karyono, Nim. 40325005421, KIM
Dst-nya


DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL
UNIVERSITAS NEGERI MALANG
2009
LEMBAR PENGESAHAN

1. Judul Kegiatan :Usaha Industri Sari Nanas

2. Identitas Ketua Pengusul
a. Nama Mahasiswa/Nim
b. Prodi/Jurusan
c. Alamat rumah
• Jalan
• Telepon
• Desa/Kelurahan
• Kabupaten/Kota

: Siti Sendari , 40521089340
: Teknik Industri/Tata Boga
:
: Puntodewo, no. 126, Rt.02/Rw.04
: 0341- 567987
: Tasikmadu
: Malang

3. Identitas Anggota 1
a. Nama Mahasiswa
b. Prodi/Jurusan
c. Alamat rumah
• Jalan
• Telepon
• Desa/Kelurahan
• Kabupaten/Kota

: Karyono, 40325005421
: Kimia
:
: Kertoraharjo, Rt.05/Rw.06
: 0341- 421350
: Lowokwaru
: Malang

4. Identitas Anggota 2
a. Nama Mahasiswa
b. Prodi/Jurusan
c. Alamat rumah
• Jalan
• Telepon
• Desa/Kelurahan
• Kabupaten/Kota

: ………………………………………………
:……………………………………………….
: ………………………………………………
: ……………………………………………..
: ……………………………………………..
: ……………………………………………..
: ……………………………………………..

5. Identitas Anggota 3
a. Nama Mahasiswa
b. Prodi/Jurusan
c. Alamat rumah
• Jalan
• Telepon
• Desa/Kelurahan
• Kabupaten/Kota

: ………………………………………………
:……………………………………………….
: ………………………………………………
: ……………………………………………..
: ……………………………………………..
: ……………………………………………..
: ……………………………………………..

6. Identitas Anggota 4
a. Nama Mahasiswa
b. Prodi/Jurusan
c. Alamat rumah
• Jalan
• Telepon
• Desa/Kelurahan
• Kabupaten/Kota

: ………………………………………………
:……………………………………………….
: ………………………………………………
: ……………………………………………..
: ……………………………………………..
: ……………………………………………..
: ……………………………………………..
7. Dosen Pembimbing
a. Nama
b. Prodi/Jurusan/Fak.
c. Alamat rumah
• Jalan
• Telepon
• Desa/Kelurahan
• Kabupaten/Kota
: Dra. Wahyuni, M.T
: Teknik Industri/Tata boga

: Ikan Tongkol, no. 12 Malang
: Blimbing
: Malang

8. Anggaran yang Diusulkan : Rp 20.000.000,- / (dua puluh juta rupiah)









Mengetahui :
Pembantu Dekan III







(…………………………)


Malang, 12 Maret 2009
Pengusul




(Siti Sendari )
NIM. 40521089340

Dosen Pembimbing






(Dra. Wahyuni, M.T)
NIP. 131566780


BAB I PENDAHULUAN

A. Judul Kegiatan : USAHA INDUSTRI SARI NANAS
B. Status Usaha : Usaha yang akan saya jalankan adalah rintisan usaha baru
C. Rasional Kegiatan : Usaha industri SARI NANAS yang akan saya dirikan adalah jenis usaha industri rumahan berskala kecil yang khusus hanya memproduksi MINUMAN berbahan baku buah nanas lokal. Alasan saya dalam memilih usaha industri minuman sari nanas saya dasarkan atas pertimbangan-pertimbangan sebagai beriktu; (a) minuman sari buah merupakan minuman favorit yang sudah banyak dikenal orang dan banyak disukai oleh semua kalangan, dari anak kecil sampai orang dewasa, dari kalangan rakyat kecil sampai kalangan kelas atas, (b) Bahan baku buah nanas merupakan jenis buah-buahan yang dapat diperoleh dengan mudah didaerah tempat saya akan melakukan usaha, karena lingkungan tempat saya tinggal banyak sekali ditanam buah nanas karena tanahnya yang berupa tanah vulkanis berpasir yang sangat baik untuk tanaman nanas. (c). saya memiliki pengalaman dalam pengolahan buah-buahan menjadi minuman dan pernah mendapatkan pendidikan pengolahan makanan.
D. Tujuan Kegiatan :
Tujuan dari didirikankanya usaha industri sari nanas ini adalah:
a) Untuk memperoleh penghasilan yang dapat saya gunakan untuk menunjang kebutuhan hidup sehari-hari
b) Untuk menerapkan ilmu pengetahuan dalam bidang pengolahan hasil pertanian yang pernah saya pelajari
c) Memanfaatkan hasil pertanian serta meninfgkatkan nilai tambah buah nanas yang ada didaerah.

BAB II METODE PELAKSANAAN

A. Produk : Produk olahan industri yang akan saya hasilkan adalah : SARI NANAS , yaitu jenis minuman ringan berbahan baku nanas segar pilihan yang dipadu dengan bahan pemanis dari gula murni. SARI NANAS diproduksi tanpa menggunakan bahan pengawet maupun bahan pewarna kimiaSARI NANAS yang akan diproduksi dalam tahap awal sesuai dengan kapasitas peralatan dan wilayah pemasaran, serta jumlah konsumen yang akan dilayani adalah 12000 gelas/bulan.Uraikan jenis produk (barang/jasa) yang akan dijual, karakteristik produk, kualitas dan kuantitas produk yang ditawarkan
B. Bahan Baku : Bahan baku utama SARI NANAS adalah buah nanas jawa yang banyak ditanam oleh para petani didaerah lereng pegunungan vulkanik. Buah nanas jawa adalah jenis nanas yang banyak ditanam di wlilayah lereng barat dan lereng selatan gunung Kelud, mulai dari daerah wates di Kediri sampai dengan daerah Srengat dan Garum di wilayah Kabupaten Blitar. Nanas jawa adalah nanas berukuran buah kecil, tetapi memiliki aroma dan rasa manis yang khas. Jumlah bahan baku yang melimpah di daerah Blitar akan sangat mendukung kelangsungan usaha saya dalam pengolahan buah nanas.
C. Proses Produksi :
Proses produksi sari nanas.
SARI NANAS akan diproduksi dengan proses sebagai berikut:
a) Buah nanas dikupas dan dibuang bagian mata-buahnya, kemudian dicuci dan dipotong kecil-kecil dengan ketebalan 2 cm.
b) Buah nanas yang telah dipotong-potong tersebut direbus dalam cairan campuran air dengan gula berbanding 90% air dan 10 % gula murni.
c) Rebusan air nanas yang sudah mendidih disaring dan ditampung dalam wadah penyimpanan, yang sekaligus merupakan bejana untuk proses pengisian sari nanas kedalam gelas.
d) Sari nanas yang telah dimasukan kedalam gelas disegel dengan tutup plastik, dan selanjutnya dikemas dalam kemasan karton berisi 24 gelas per karton.
e) Peralatan produksi yang digunakan adalah peralatan elektrik semi otomatis.

D. Pemasaran :
Segmen pasar yang dibidik untuk sementara waktu tiga tahun kedepan adalah pasar lokal kota Blitar. Diperkirakan dengan jumlah penduduk kota blitar 600.000. jiwa, 40 % nya adalah remaja yang dijadikan sasaran bidik pemasaran, maka akan ada sasaran bidik sejumlah 240.000 jiwa. Jika 5% dari jumlah remaja yang menjadi sasaran pemasaran tertarik terhadap produk sari nanas, maka akan ada calon konsumen sebesar 12.000 konsumen. Strategi pemasaran yang dilakukan adalah dengan cara konsinyasi pada toko-toko bahan makanan. Dengan asumsi konsumen 12.000 orang perbulan, maka jumlah produk yang harus dihasilkan adalah kurang lebih 13200 gelas, yaitu jumlah target dan 10% untuk stok.
Dengan asumsi pasar tumbuh 20% pertahun, maka gambaran pasar 3 tahun kedepan dapat ditunjukan sebagai berikut

Tahun usaha Jumlah Konsumen Jumlah Produk
2009 -2010 12.000 13.200
2010 - 2011 14.400 15.840
2011 – 2012 17.280 19.008


E. Tempat Produksi :
Tempat produksi dilakukan di rumah sendiri di jalan raya Nglegok Kabupaten Blitar. Tempat produksi cukup strategis karena berada pada poros jalan raya Blitar-Nglegok sehingga dapat dengan mudah di akses oleh kendaraan untuk pengiriman maupun calon pembeli yang membawa kendaraan besar.
Luas tempat produksi yang disediakan adalah 80 meter persegi, yang terdiri dari: 20 meter persegi untuk penyiapan bahan baku, 20 meter persegi untuk proses pengolahan, 20 meter persegi untuk proses pengemasan, dan 20 meter persegi untuk gudang penyimpanan produk siap jual.

BAB III TARGET LUARAN

A. Target produk :
Produk yang akan dihasilkan adalah SARI NANAS dalam kemasan gelas 220 ml. kualitas produk yang akan dihasilkan adalah sari nanas natural dengan bahan gula murni tanpa mempergunakan bahan pengawet maupun pewarna. Sesuai dengan kapasitas peralatan produksi, produk yang dapat dihasilkan adalah 240.000 gelas pertahun. Namun sesuai dengan jumlah konsumen yang ditargetkan, produksi yang akan dihasilkan adalah 500 gelas perhari atau 12.000 perbulan (24 hari kerja/bulan)
B. Target konsumen :
Konsumen yang ditargetkan adalah usia remaja dengan jumlah target rata-rata 12.000 orang perbulan atau 144.000 orangpertahun.
C. Target pendapatan : Jumlah pendapatan yang ingin saya peroleh setiap bulan adalah Rp. 2.400.000,-
BAB IV RENCANA BIAYA

A. Rencana biaya usaha :
Rencana biaya usaha yang akan saya lakukan adalah sebagai berikut:

BIAYA INVESTASI
1. TEMPAT USAHA
No Uraian Vol Satuan Harga/Sat Jumlah Rp.
1 Tanah 200 m2 Rp 120,000 Rp 24,000,000
2 Bangunan 80 m2 Rp 600,000 Rp 46,000,000
Rp 70,000,000

2. PERALATAN
a. Peralatan Kantor
No Uraian Vol Satuan Harga/Sat Jumlah Rp.
1 Meja tulis 2 bh Rp 375,000 Rp 750,000
2 Kursi 1 bh Rp 325,000 Rp 325,000
3 Alamri arsip 1 bh Rp 1,250,000 Rp 1,250,000
4 Rak kayu 1 bh Rp 750,000 Rp 750,000
5 Komputer 1 bh Rp 4,500,000 Rp 4,500,000
Rp 7,575,000

b. Peralatan kerja
No Uraian Vol Satuan Harga/Sat Jumlah Rp.
1 Kompor gas 1 bh Rp 150,000 Rp 150,000
2 Tabung gas 12 kg 1 bh Rp 550,000 Rp 550,000
3 Sealer 1 bh Rp 800,000 Rp 800,000
4 Panci 20 liter 2 bh Rp 125,000 Rp 250,000
5 Drum 100 liter 1 bh Rp 175,000 Rp 175,000
6 Pengaduk logam 2 bh Rp 15,000 Rp 30,000
7 Timbangan 1 bh Rp 80,000 Rp 80,000
8 Gayung Melamin 2 bh Rp 20,000 Rp 40,000
Rp 2,075,000

JUMLAH BIAYA INVESTASI (Peralatan) Rp 9,650,000

3. DATA OPERASI
Kapasitas produksi/hari 500 gelas 21 karton
Hari kerja perbulan 24 hari 500 karton
Standar harga paket satuan harga harga/sat
1 Air 1 liter Rp 25 Rp 25
2 Gula pasir 1 kg Rp 6,000 Rp 6,000
3 Apel 1 kg Rp 4,000 Rp 4,000
4 Esence 1 gram Rp 250 Rp 250
5 Gelas 50 bh Rp 7,500 Rp 150
6 Cup/tutup gelas 500 bh Rp 17,500 Rp 35
7 Biaya sablon 1000 bh Rp 25,000 Rp 25
8 Plastik sedotan 100 bh Rp 3,000 Rp 30
9 Karton 1 bh Rp 1,750 Rp 1,750
10 Gas
Upah kerja/bulan 24 hari upah Upah /hari
1 Manajer 1 bln Rp 900,000 Rp 37,500
2 Tenaga harian 1 bln Rp 600,000 Rp 25,000



4. BIAYA OPERASI
a. Kebutuhan bahan baku
No Uraian Vol. bahan Satuan Harga /sat Jumlah Total Jumlah Total
1 Air 100 liter Rp 25 Rp 2,500
2 Gula pasir 5 kg Rp 6,000 Rp 30,000
3 Apel lokal 5 kg Rp 2,500 Rp 12,500
4 Essence 10 gram Rp 250 Rp 2,500
Jumlah biaya bahan baku Rp 47,500 Rp 47,500

b. Kebutuhan bahan pembantu
No Uraian Vol. bahan Satuan Harga /sat Jumlah Total Jumlah Total
1 Gelas 500 bh Rp 150 Rp 75,000
2 Tutup plastik 500 bh Rp 35 Rp 17,500
3 Biaya sablon 500 bh Rp 25 Rp 12,500
4 Plastik sedotan 500 bh Rp 30 Rp 15,000
5 Kemasan karton 21 bh Rp 1,750 Rp 36,458
Jumlah biaya bahan pembantu Rp 156,458 Rp 156,458

Rp 203,958
c. Kebutuhan biaya operasional
No Uraian Vol. bahan Satuan Harga /sat Jumlah Total Jumlah Total
1 Sewa listrik 500 bh Rp 15 Rp 7,500
2 Gas 500 bh Rp 10 Rp 5,000
3 Biaya promosi 500 bh Rp 25 Rp 12,500
4 Biaya Transportasi 500 bh Rp 25 Rp 12,500
Jumlah biaya operasional Rp 37,500 Rp 37,500



GAJI DAN UPAH KERJA

No Uraian Volume Satuan Harga/Sat Jumlah Rp Jumlah Total
1 Tenaga ahli 1 oh Rp 37,500 Rp 37,500
2 Pekerja 2 oh Rp 25,000 Rp 50,000
Rp 87,500 Rp 87,500

JUMLAH BIAYA PRODUKSI PERHARI Rp 328,958
JUMLAH BIAYA PRODUKSI PERBULAN Rp 7,895,000
BIAYA INVESTASI USAHA AWAL Rp 17,545,000
BIAYA CADANGAN OPERASIONAL Rp 2,455,000
JUMLAH TOTAL BIAYA USAHA Rp 20,000,000

5. MENGHITUNG HARGA JUAL
No Uraian Jumlah Biaya Kapasitas produk Biaya per unit
1 Biaya bahan baku perbulan Rp 5,795,000 Rp 12,000 Rp 483
2 Biaya operasional perbulan Rp 2,100,000 Rp 12,000 Rp 175
Total biaya operasi perbulan Rp 7,895,000 Total Biaya per Unit Rp 658

Margin keuntungan yang diharapkan 40 prosen 0.400
Harga Jual produk per unit Rp 658 plus Rp 263 Rp 921
Harga jual per karton isi 24 Rp 921 Rp 24 Rp 22,106

6. TITIK IMPAS PRODUKSI
Biaya operasi perbulan Rp 7,895,000
Jumlah Titik Impas produksi 8571 gelas 357 Karton

7. RENCANA ALIRAN KAS
URAIAN TRANSAKSI PERSIAPAN BULAN 1 BULAN 2 BULAN 3
PERSEDIAAN PRODUK 500 600 660

Kas awal bulan Rp 20,000,000 Rp 2,275,000 Rp 5,596,000 Rp 10,056,600
Jumlah unit terjual 400 440 484
Nilai penjualan Rp 11,396,000 Rp 12,535,600 Rp 13,789,160
Pendapatan lain-lain
Jumlah Pemasukan Rp 20,000,000 Rp 13,671,000 Rp 18,131,600 Rp 23,845,760

Pembelian peralatan kerja & Kantor Rp 9,650,000
Pembelian bahan baku
Pembelian bahan utama Rp 1,320,000 Rp 1,320,000 Rp 1,320,000 Rp 1,320,000
Pembelian bahan penolong Rp 3,755,000 Rp 3,755,000 Rp 3,755,000 Rp 3,755,000
Biaya operasional dan sewa Rp 900,000 Rp 900,000 Rp 900,000 Rp 900,000
Rp 5,975,000 Rp 5,975,000 Rp 5,975,000 Rp 5,975,000

Gaji dan Upah
Tenaga ahli Rp 900,000 Rp 900,000 Rp 900,000 Rp 900,000
Pekerja Rp 1,200,000 Rp 1,200,000 Rp 1,200,000 Rp 1,200,000
Rp 2,100,000 Rp 2,100,000 Rp 2,100,000 Rp 2,100,000
Jumlah Pengeluaran Rp 17,725,000 Rp 8,075,000 Rp 8,075,000 Rp 8,075,000

SALDO AKHIR BULAN Rp 2,275,000 Rp 5,596,000 Rp 10,056,600 Rp 15,770,760




B. Rancangan Pengembangan & Investasi:

Keuntungan yang saya peroleh dari usaha adalah :
Uraian Bulan 1 Bulan 2 Bulan 3
Hasil penjualan Rp11,396,000 Rp12,535,600 Rp 13,789,160
Biaya operasional Rp 8,075,000 Rp 8,075,000 Rp 8,075,000
Keuntungan Rp 3,321,000 Rp 4,460,600 Rp 5,714,160

Keuntungan tersebut akan saya gunakan untuk:

Pengembalian modal 0.30% Rp 996,300 Rp 1,338,180 Rp 1,714,248
Pengembangan usaha 0.30% Rp 996,300 Rp 1,338,180 Rp 1,714,248
Tabungan 0.40% Rp1,328,400 Rp 1,784,240 Rp 2,285,664


BAB V JADWAL PELAKSANAAN.

Jadwal Pelaksanaan usaha dan tahap kebutuhan anggaran disusun sebagai berikut:

No Uraian Kegiatan Bulan Pelaksanaan
Juni Juli
1 Pembelian peralatan Kantor 5 item
Rp 7,575,000
2 Pembelian peralatan produksi 8 item
Rp 2,075,000
3 Penataan ruang produksi
Rp. 200,000
4 Pembelian bahan baku produksi untuk satu bulan operasional 6 item
Rp 5,795,000
Jumlah Rp 9,850,000 Rp 5,795,000




BAB VI ORGANISASI PELAKSANA

A. Personil : Personil pelaksana kegiatan usaha tersusun sebagai berikut:

No Nama Pendidikan/Keahlian Deskripsi tugas
1 Siti Sendari S1 Tataboga Manajer dan pemasaran
2 Karyono S1 Kimia Produksi
3 Janis DIII Elektro Produksi


B. Pendamping : Usaha industri SARI NANAS dalam menjalankan usahanya akan didampingi oleh:

No Nama Lembaga/Keahlian Deskripsi tugas
1 Dra. Wahyuni, M.T Teknik Industri UM/ S1 Tataboga pengembangan teknologi
2 Syamsul Arifin CV. Aneka rasa/ pengolahan minuman pendampingan manajemen


BAB VII POTENSI KHUSUS

A. Peluang Komersial: Produk SARI NANAS selama ini belum pernah diproduksi oleh perorangan ataupun industri makanan yang sudah ada, dengan demikian produk ini memiliki peluang pasar yang baik karena tanpa pesaing.

B. Peluang Patent atau Haki: Sari Nanas merupakan produk baru dengan karakteristik sebagai minuman penyegar sekaligus memiliki khasiat untuk menurunkan kadar kholestrol, maka produk ini memiliki peluang yangbesar untuk mendapatkan patent.

C. Peluang Legalitas: Peluang untuk mendapatkan legalitas usaha sangat tinggi karena produk minuman sari nanas diproduksi dengan teknologi pengolahan yang memenuhi syarat higyenitas dan bebas dari bahan berbahaya.
SURAT JAMINAN DOSEN PEMBIMBING


Yang bertanda tangan di bawah ini,

1.
Nama
NIP
Jurusan/Fakultas
Alamat tinggal
:
:
:



Adalah dosen pembimbing yang selanjutnya disebut sebagai PENJAMIN dari mahasiswa :

2.
Nama
NIM
Jurusan/Fakultas
Alamat tinggal


:
:
:
:
selanjutnya disebut sebagai fihak TERJAMIN

Dengan ini PENJAMIN menyatakan bersedia memberikan dukungan dan melakukan pendampingan sepenuhnya secara bertanggungjawab untuk mewujudkan keberhasilan terhadap:

PROGRAM PENGEMBANGAN KEWIRAUSAHAAN MAHASISWA DENGAN JUDUL :
……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………
Demikian Surat Jaminan ini dibuat dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab tanpa ada unsur pemaksaan di dalam pembuatannya dan untuk dapat digunakan sebagaimana mestinya oleh kedua belak fihak yang saling terikat.

Malang, ……………….. 2009
Tertanda



………………………………
NIP

PENDAHULUAN MAKALAH

PENDAHULUAN MAKALAH

Pendahuluan makalah merupakan bagian awal makalah yang memberikan gambaran umum tentang mengapa topik yang disajikan dalam makalah harus disajikan. Dengan kata lain, bagian pendahuluan menguraikan alasan penulis tentang topik yang ditulisnya. Selain mengemukakan alas an, bagian pendahuluan merupakan bagian pengantar yang untuk pembaca guna mengetahui alasan ataupun isi makalah secara keseluruhan.
Mengingat fungsi bagian pendahuluan makalah sebagai pengantar tentang topik tulisan dan sarana pengarang dalam menyampaikan alas an penulisan, menjadikan pendahuluan makalah memiliki bagian-bagian yang khusus. Bagian-bagian itu berkaitan dengan unsur pendukung pendahuluan makalah. Unsur atau komponen pendahuluan makalah adalah (1) latar belakang, (2) permasalahan/ rumusan masalah/ permasalahan, (3) tujuan penulisan, (4) manfaat penulisan makalah, dan (5) hipotesis (kesimpulan sementara terhadap suatu hal dan tidak harus ada). Berikut ini penjelasan unsur pendahuluan makalah.

A. Latar Belakang
Bagian latar belakang sebuah makalah berisi hal-hal yang melandasi perlunya topik dalam karangan ilmiah itu ditulis atau alas an penulisan yang dikaitkan dengan kenyataan. Bagian ini diharapkan mampu mengantarkan pembaca pada masalah atau topic yang dibahas dalam karya ilmiah dan menunjukkan bahwa masalah yang dibahas dalam karya ilmiah itu sangat penting.
Dalam bagian ini penulis diharapkan mampu mengemukakan sebab-sebab mengapa masalah yang dipersoalkan perlu diteliti dan ditulis (alas an penulis memilih topic/ judul tulisan). Dalam bagian latar belakang ini, penulis dapat mengemukakan hal-hal sebagai berikut:
1. Arti penting atau peranan topik pembicaraan.
2. Perlunya pembinaan/peningkatan di bidang topik yang dibicarakan itu
3. Perlunya masukan sebagai bahan pembinaan/ peningkatan di bidang topik pembicaraan
4. Perlunya penelitian dilakukan khususnya untuk manfaat praktisnya maupun untuk manfaat keilmuan/teori
5. Relevansi objek penelitian sebagai sumber data untuk dua segi kemanfaatan ilmu (praktis maupun teoritis
Sebuah bagian pendahuluan dapat disertai dengan beberapa buku acuan yang telah dibaca penulis khususnya tentang topik yang sama atau yang relevan dengan topik tulisan penulis. Dalam penyertaan itu, penulis perlu memberikan pembahasan khususnya informasi tentang perbedaan topik tulisan buku acuan dengan topik yang sedang ditulisnya. Bagian ini pun mencantumkan juga bagian-bagian yang akan dibahas dalam bab-bab berikutnya agar pembaca segera mengetahuinya secara sepintas lalu hal-hal apa saja yang akan diuraikan penulis.

B. Permasalahan/ Rumusan Masalah
Bagian rumusan masalah merupakan bagian yang akan dibahas dalam karya ilmiah, khususnya pada bagian isi. Bagian ini tidak terbatas pada permasalahan/ persoalan yang memerlukan pemecahan, tetapi juga mencakup persoalan yang memerlukan penjelasan lebih lanjut, persoalan yang memerlukan deskripsi lebih lanjut, atau persoalan yang memerlukan penegasan lebih lanjut.
Rumusan masalah harus disajikan dalam bentuk pertanyaan. Selain itu, rumusan masalah haruslah jelas, padat, singkat, dan mampu memberikan pancingan persoalan yang akan dikemukakan penulis berkaitan topik tulisan. Rumusan masalah pun dapat dirinci menjadi beberapa sub masalah yang spesifik. Untuk rumusan masalah yang pemecahannya dicari melalui penelitian, penulis pelu memperhatikan hal-hal sebagai berikut:
1. Penulis perlu mengetahui kedudukan penelitian/ penulisan yang dilakukannya di antara penelitian/ penulisan lain yang sejenis.
2. Penulis benar-benar mampu menguraikan pertanyaan-pertanyaan yang menjadi topik permasalahan dan belum dijawab oleh peneliti lain.

C. Tujuan Penulisan/ Penelitian
Bagian tujuan penelitian atau penulisan disesuaikan dengan bagian rumusan permasalahan. Rumusan tujuan pun dapat dirinci seperti bagian rumusan masalah, yaitu menjadi sub bagian yang spesifik. Dalam rumusan tujuan ini, penulis perlu menguraikan tentang usaha-usaha dan hasil-hasil yang telah dicapai secara garis besar. Bagian tujuan penelitian/ penulisan berisi uraian tentang apa yang ingindicapai dengan penulisan karya ilmiah tersebut.
Perumusan tujuan penulisan karya ilmiah ini memiliki fungsi ganda, yaitu bagi penulis dan bagi pembaca. Fungsi rumusan tujuan penulisan bagi penulis adalah sebagai sarana untuk mengarahkan kegiatan yang harus dilakukan selanjutnya dalam menulis karangan ilmiah, khususnya dalam pengumpulan bahan tulisan. Fungsi rumusan tujuan bagi pembaca adalah sebagai sarana informasi tentang apa yang disampaikan penulis melalui karya ilmiah yang dibuatnya.
Rumusan kalimat yang dipergunakan untuk menguraikan tujuan penulisan berupa kalimat komplek. Rumusan ini pun dapat dinyatakan secara rinci.

C. Manfaat Penulisan
Bagian manfaat penulisan/ penelitian dapat diuraikan secara terpisah. Maksudnya, bagian manfaat dapat dinyatakan dari segi pratik/ kepentingan praktis, kepentingan keilmuan penulis/ si peneliti, dan untuk kepentingan kelompok atau instansi. Rumusan bagian manfaat ini dinyatakan dalam bentuk uraian berupa kalimat berita.

D. Hipotesis
Hipotesis merupakan pernyataan yang berupa generalisasi tentatif/ sementara tentang suatu permasalahan yang belum tentu pasti kebenarannya. Hipotesis dapat dirumuskan secara jelas dan sederhana.

E. Sistematika penyajian
Pada bagian ini penulis memberikan gambaran urutan isi makalah yang disesuaikan dengan rumusan masalah. Bagian ini merupakan bagian pengantar uraian isi makalah. Bagian ini tidak selalu disusun dalam bab khusus, melainkan dapat dinyatakan dalam suatu paragraf singkat.

Contoh Keranga Pendahuluan sebuah Makalah

IDENTIFIKASI PERMASALAHAN SISWA SMA DAN SOLUSINYA

I. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
1.1.1 Alasan memilih topik mengapa diperlukanya identifikasi permasalahan siswa SMA dan solusinya
1.1.2 Kenyataan yang ada berkaitan dengan permasalahan yang dihadapi siswa SMA dan solusinya yang ada selama ini
1.1.3 Alasan perlunya permasalahan yang dihadapi siswa SMA dipecahkan (dikaitkan dengan perkembangan peserta didik)
1.2 Rumusan Masalah
1.1.1 Permasalahan apa saja yang dihadapi siswa SMA?
1.1.2 Bagaimana mengatasi/ Solusi apa yang perlu dilaksanakan guna mengatasi permasalahan yang dihadapi siswa SMA?
1.3 Tujuan
1.3.1 Mendeskripsikan permasalahan yang dihadapi siswa SMA
1.3.2 Menjelaskan bagaimana mengatasiatau solusi apa yang perlu dilaksanakan guna mengatasi permasalahannya yang dihadapi siswa SMA
1.4 Manfaat
1.4.1 Orang tua:
Memberikan masukan kepada orang tua tentang permasalahan yang dihadapi siswa sehingga dapat bersikap arif terhadap anak
1.4.2 Sekolah:
Memberikan masukan tentang perkembangan anak secara positif dan negatif guna pendampingan dan pengarahan pencapaian prestasi belajar.
1.4.3 Konselor:
Memberikan gambaran tentang permasalahan yang dihadapi siswa SMA sehingga mampu memberikan pendampingan yang tepat guna membantu perkembangan siswa secara utuh dan menyeluruh.
1.4.4 Program Studi Bimbingan Konseling:
Memberikan masukan secara teoritis dan praktis tentang identifikasi permasalahan yang dihadapi siswa SMA dan solusinya.
1.4.5 Guru bidang studi/ wali kelas:
Memberikan bantuan kepada wali kelas atau guru bidang studi tentang permasalahan yang dihadapi siswa SMA dan solusi memecahkan masalah yang mereka hadapi demi perbaikan dan perkembangan pribadi anak di kelas khususnya dalam pretasi dan relasi.


Tugas:
Identifikasilah unsur-unsur pendahuluan makalah berikut ini!
Penulisan dan
Penyusunan Laporan
TUGAS AKHIR/SKRIPSI
STMIK IM
Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer
Indonesia Mandiri
2006
Pedoman
Tim Penyusun :
Ir. Chairuddin
Patah Herwanto, ST
Teguh Wiharko, ST
Panduan Penulisan Tugas Akhir STMIK IM 1
BAGIAN I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Penulisan karya ilmiah dalam bentuk tugas akhir merupakan salah satu syarat untuk
menyelesaikan program studi diploma tiga (D3) atau strata satu (S1). Walaupun latar belakang
bahan penulisan laporan tugas akhir berbeda, sesuai dengan bidang ilmu yang dikembangkan
masing-masing program studi, namun diperlukan adanya keseragaman dalam penulisannya. Untuk
memenuhi tujuan tersebut, perlu disusun suatu pedoman penyusunan laporan tugas akhir yang
khusus diperuntukkan bagi Dosen Pembimbing dan mahasiswa Sekolah Tinggi Manajemen
Informatika dan Komputer Indonesia Mandiri (STMIK-IM).
1.2. Pengertian Laporan Tugas Akhir
Laporan tugas akhir khususnya bagi mahasiswa STMIK-IM adalah suatu karya tulis ilmiah
berupa paparan hasil penelitian (research) maupun studi kasus (case study), yang mengkaji dan
membahas suau masalah dalam bidang ilmu teknologi dan informatika baik didukung bidang ilmu
manajemen maupun teknik, dengan mempertimbangkan keterbatasan mahasiswa khususnya
pemilihan perangkat lunak yang digunakan dalam memecahkan masalah penelitian. Oleh karena itu
penelitian ini lebih bersifat analitis.
Kegiatan penelitian dalam rangka penulisan tugas akhir dilaksanakan melalui :
1. Studi Lapangan (Field Research) untuk memperoleh data primer. Yang dimaksud dengan
data primer adalah data yang diperoleh mahasiswa secara langsung dari sumber data, baik
melalui pengamatan (observation), wawancara (interview), maupun hasil pengukuran langsung
lainnya.
2. Studi Kepustakaan (Library Research) untuk memperoleh teori-teori dan/atau data
sekunder yang relevan dengan permasalahan yang diteliti. Yang dimaksud dengan data
sekunder adalah data yang diperoleh mahasiswa dengan memanfaatkan data yang terlebih
dahulu dikumpulkan dan dilaporkan oleh pihak lain, dalam bentuk publikasi ilmiah, jurnal,
majalah ilmiah, dan sebagainya.
1.3. Tujuan Laporan Tugas Akhir
Laporan tugas akhir ini bertujuan untuk melatih dan menguji kemampuan berfikir kritis,
kreatif dan analitis untuk memperkaya ilmu pengetahuan teoritis yang diperoleh mahasiswa di
bangku kuliah dengan pengalaman-pengalamannya selama melakukan penelitian di lapangan, agar
mereka mampu :
a. mendeskripsikan suatu permasalahan
b. mengkaitkan permasalahan tersebut dalam bidang ilmu teknologi dan informatika
c. mendeteksi permasalahan yang sedang atau akan terjadi
d. menganalisis permasalahan tersebut pada butir c) berdasarkan ilmu yang dipelajarinya serta
pengalaman praktisnya
e. mengambil kesimpulan dari analisis permasalahan tersebut di atas serta mengemukakan
saran/rekomendasi.
Selanjutnya setelah menyelesaikan program studinya, mahasiswa diharapkan mampu :
a) menjadi tenaga siap didik dan/atau siap kerja mandiri untuk mekakukan suatu kegiatan
tertentu dan melakukan analisa terhadap kegiatan yang digelutinya sesuai dengan
pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan dalam pengelolaan aktifitas organisasi.
b) memiliki kemampuan yang tangguh dalam perencanaan kebutuhan implementasi,
pengendalian, evaluasi dan pengembangan sistem informasi, guna mendukung aktifitas
organisasi usaha secara efektif dan efisien.
c) memiliki kemampuan dalam menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi khususnya
perkembangan perangkat keras dan perangkat lunak.
Panduan Penulisan Tugas Akhir STMIK IM 2
1.4. Ruang Lingkup dan Materi Tugas Akhir
Topik tugas akhir dikembangkan dari bidang ilmu informatika sesuai dengan jurusannya
masing-masing. Materi karya tulis tersebut didasarkan pada data dan/atau informasi yang berasal
dari penelitian lapangan, yang dikaitkan dengan studi kepustakaan.
Penulisan karya tulis ilmiah tersebut harus dapat mengetengahkan indikator-indikator apa
yang hendak ditemukan, terutama yang berkaitan dengan variabel-variabel yang akan diteliti.
Karena sifatnya yang demikian, karya tulis ilmiah harus mengetengahkan permasalahan asosiatif,
yaitu menghubungkan antara dua variabel atau lebih, baik yang bersifat kausal, interaktif,
maupun simetris.
1.5. Thema Tugas Akhir dan Kedalaman Analisis
1.5.1. Thema Tugas Akhir
Pengambilan thema penulisan tugas akhir disesuaikan berdasarkan jurusan masing-masing
dan penentuan software oleh Dosen Pembimbing. Diharapkan mahasiswa tugas akhir menggunakan
software-software terbaru (up to date).
Jurusan Teknik Informatika tidak dperbolehkan mengambil thema yang berkenaan dengan
Analisa dan Perancangan Sistem kecuali didukung dengan suatu Pemodelan dan Simulasi, sedangkan
jurusan Manajemen Informatika dan Sistem Informasi selain thema mengenai Analisa dan
Perancangan Sistem, diperbolehkan juga mengambil thema yang ada di jurusan Teknik Informatika.
Thema-thema yang dapat dijadikan bahan bahasan penulisan tugas akhir adalah :
JURUSAN SISTEM INFORMASI & MANAJEMEN INFORMATIKA
• Pemrograman
• Analisa dan Perancangan Sistem
• Pengolahan Database (Aplikasi Database)
JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA
• Model Simulasi
• GIS
• Teknik Kompilasi
• Produk Generik
• Ilmu Komputer
• Distributed Computing
• Web Design/Programming
Uraian thema-thema yang dapat dijadikan bahan penulisan Tugas Akhir :
1. Geographic Information System (GIS)
Prospek :
• GIS Transportasi Darat
• Global Positioning System (GPS)
• GIS Pemetaan hutan, daratan
• GIS Optimasi Jaringan Tenaga Listrik
• GIS Simulasi Olah Yudha (WarGame-Simulation)
2. Produk Generik
• Data disimpan dengan memori sesedikit mungkin
• Pengolahan data Raster dibuat suatu metoda Kompres data
• Pengolahan data Vektor dibuat suatu Interpolasi
• Kualitas grafik
• Animasi grafik
• Metoda Optimasi
3. Teknik Kompilasi
• Model Simulasi Off Line
• Model Simulasi Real Time
• Metode Numerik
• Operation Research
4. Ilmu Komputer
• Analisa dan Perancangan Sistem
Panduan Penulisan Tugas Akhir STMIK IM 3
Metode :
- Data Flow Diagram (DFD)
- Flow Map / System Flowchart
- Hierarchy Input Process Output (HIPO)
- Structure Chart (Bagan Terstruktur)
- Structure Analysis and Design Technique (SADT)
- Warnier / Orr (W/O)
• Artificial Intellegent
• Object Oriented Design dan Object Oriented Programming
• Compiler
• Operating System
• Software Engineering
• Real Time System
• Cryptography / Encription (Keamanan)
• Struktur Data, Algoritma, Basis Data
5. Distributed Computing
• Network
• Windows NT
• Unix, Linux
• LAN
• Interface
• Client Server
1. File Server
2. Process Server
6. Web Design/Programming
1.5.2. Kedalaman Analisis
Kedalaman bahasan tugas akhir dibedakan antara program studi D3 dan S1 untuk masingmasing
program studi.
NO MATERI JENJANG S1 JENJANG D3
1. Uraian Analisis • Lebih mengutama- kan uraian
analisis yang lebih mendalam
guna mendu-kung
pemecahan masalah,
dan/atau
• Lebih menguraikan
metode/teknik yang
digunakan dengan beberapa
contoh kasus dari analisis dan
pemecahan masalah
• Lebih mengutama-kan uraian
tentang implementasi/aplikasi
yang dihasilkan bagi
pemecahan masalah (lebih
aplikatif), dan/atau
• Lebih menguraikan aplikasi
yang diha-silkan berdasarkan
metode/teknik yang
digunakan sebagai pemecahan
masalah
2. Analisis
perbandingan
Menguraikan perban-dingan
antara :
• Sistem yang baru terhadap
sistem yang lama
• Metode/teknik yang
digunakan dalam pemecahan
masalah terhadap metode
lama yang sedang dipakai
• Software/hardware yang
diusulkan terhadap Software/
Hardware yang sedang
dipakai oleh instansi/
perusahaan
Tidak perlu dijelaskan
perbandinganya, tetapi apabila
penjelasan tersebut sangat
diperlu-kan dalam pemecahan
masalah dapat dijelas-kan secara
global
3. Spesifikasi software
& hardware
Dijelaskan spesifikasi
software/hardware yang
digunakan secara rinci
Spesifikasi software/ hardware
dapat dijelas-kan secara rinci
(jika perlu)
4. Keuntungan Diuraikan keuntungan yang Diuraikan keuntungan yang
Panduan Penulisan Tugas Akhir STMIK IM 4
diperoleh dari analisis dan
pemecahan masalah
diperoleh dari analisis dan
pemecahan masalah
5. Referensi Harus mencantumkan referensi
minimal 3 buah buku & minimal
1 buku berbahasa asing (Inggris)
Harus mencantumkan referensi
minimal 3 buah buku (jika perlu 1
buku berbahasa asing/ Inggris)
1.6. Kedudukan Tugas Akhir dan Bobot SKS (Satuan Kredit Semester)
Tugas akhir mempunyai kedudukan yang sama dengan mata kuliah lain dalam kurikulum,
tetapi berbeda dalam bentuk proses pembelajaran dan mekanisme penilaiannya. Tugas menyusun
laporan tugas akhir bagi seorang mahasiswa mempunyai bobot 4 (empat) sks untuk program studi
D3 dan 6 (enam) sks untuk program studi S1.
Besarnya bobot tugas akhir tersebut terdiri dari 2 (dua) jenis kegiatan belajar mengajar,
yaitu :
1) Kegiatan lapangan, untuk 1 sks sebesar 3 jam yang setara dengan kegiatan akademik setiap
minggu 6 – 9 jam, atau setara dengan kegiatan akademik 84 – 126 jam selama satu semester.
2) Kegiatan penulisan, yang pada dasarnya sama dengan kegiatan lapangan yang setara dengan
kegiatan akademik setiap minggu 6 –9 jam atau selama selama satu semester dengan kegiatan
akademik 84 – 126 jam.
Panduan Penulisan Tugas Akhir STMIK IM 5
BAGIAN II
PERSYARATAN AKADEMIK, ADMINISTRASI DAN DOSEN PEMBIMBING
2.1. Persyaratan Akademik
a) Telah lulus mata kuliah Teknik Penulisan Laporan Ilmiah dengan nilai huruf minimal C.
b) Telah memenuhi jumlah SKS yang harus ditempuh sesuai program studi masing-masing
dengan jumlah SKS yang diperoleh tidak kurang dari 70 SKS untuk program studi D3
dan 100 SKS untuk program studi S1.
c) Tidak ada mata kuliah inti jurusan yang bernilai ‘D’ dan ‘E’.
d) Jumlah nilai ‘D’ pada setiap mata kuliah (diluar mata kuliah inti jurusan) tidak melebihi
dari 12 SKS untuk S1 dan 9 SKS untuk D3.
2.2. Persyaratan Administratif
a) Terdaftar sebagai mahasiswa STMIK-IM pada tahun akademik yang bersangkutan
dengan melampirkan tanda bukti pembayaran uang kuliah dan KTM.
b) Memperlihatkan KRS yang mencantumkan mata kuliah tugas akhir.
c) Mengambil dan mengisi formulir ‘penentuan thema penulisan dan Dosen Pembimbing’.
d) Melampirkan foto copy KHS dari semester satu sampai dengan semester pada saat
pengambilan tugas akhir.
2.3. Ketentuan Penyusunan Laporan Tugas Akhir
Dalam penyusunan laporan tugas akhir ada beberapa ketentuan yang harus dipatuhi oleh
mahasiswa, antara lain :
a) Proses penyusunan berlangsung maksimal selama 2 (dua) semester, terhitung mulai
tanggal pembuatan Surat Keputusan tentang Penunjukkan Dosen Pembimbing Tugas
Akhir.
b) Melakukan bimbingan dengan Dosen Pembimbing minimal 9 (sembilan) kali bimbingan,
dan pada tiap-tiap bimbingan diwajibkan menuliskan materi bimbingan yang
ditandatangani oleh Dosen Pembimbing.
c) Apabila melebihi batas waktu tersebut di atas pada butir a), maka mahasiswa yang
bersangkutan dikenakan sanksi membayar Biaya Penyelenggaraan Pendidikan Pokok (BPP
Pokok) dan Biaya Pengelenggaraan Pendidikan SKS dan/atau bila perlu mengganti thema
penulisan tugas akhir dan pembimbing dengan menempuh prosedur penyusunan tugas
akhir seperti semula.
2.4. Dosen Pembimbing
Untuk memenuhi hasil karya tulis yang baik, maka setiap mahasiswa memperoleh bantuan
bimbingan dari beberapa pihak, seperti :
• Dosen Pembimbing
Setiap mahasiswa akan mendapatkan seorang pembimbing yang telah ditunjuk dengan alokasi
bimbingan ditentukan oleh Dosen yang bersangkutan.
• Pembimbing Instansi
Pembimbing instansi adalah seseorang yang ditunjuk atau berhubungan langsung atau
berinteraksi dengan mahasiswa yang bersangkutan, sehubungan dengan tugas akhir yang
sedang dijalankannya, apakah hanya sekedar pengambilan data atau terjun langsung
melakukan pekerjaan guna mendapatkan informasi
Dosen Pembimbing yang berhak dipilih yaitu dosen pembimbing yang telah melalui tahap
penyeleksian oleh team penyeleksi berdasarkan disiplin ilmu dan keahlian yang telah dikuasainya dan
kriteria untuk menjadi dosen pembimbing diatur dalam SK yang ditandatangani oleh Ketua
Fungsi Pembimbing Tugas Akhir adalah :
1. Memberikan pengarahan kepada mahasiswa dalam :
�� memberikan masukan mengenai tema penulisan dan kedalaman pembahasan
�� membantu dalam menyelesaikan penyusunan tugas akhir, termasuk di dalamnya perbaikan
bahasa, konsep ilmu dan format tugas akhir
Panduan Penulisan Tugas Akhir STMIK IM 6
�� menyempurnakan penulisan yugas akhir berdasarkan masukan pada saat sidang tugas akhir
dilaksanakan.
2. Menjalankan kegiatan Seminar Group yang terjadwal pada pelaksanaan bimbingan
3. Melaporkan jalannya kegiatan bimbingan berkala kepada Jurusan.
4. Memberikan persetujuan pada naskah final (draft akhir) untuk diajukan pada sidang tugas akhir
2. Sebagai pendamping dalam sidang tugas akhir
Waktu Bimbingan
Mahasiswa diwajibkan melakukan bimbingan sebanyak minimal 9 (sembilan) kali dengan dosen
pembimbingnya. Untuk mengetahui berapa kali mahasiswa melakukan bimbingan dan seminar
group, serta materi apa yang dibahas, maka kepada mahasiswa tersebut diberikan daftar hadir
bimbingan dan surat keterangan mengikuti sidang tugas akhir. Surat keterangan tersebut
merupakan rekomendasi yang menjelaskan bahwa mahasiswa yang bersangkutan telah siap dan
berhak mengikuti Ujian Sidang Tugas Akhir.
Panduan Penulisan Tugas Akhir STMIK IM 7
BAB III
PROSEDUR PENYUSUNAN TUGAS AKHIR
3.1. Tahap Awal
Mahasiswa yang telah memenuhi persyaratan seperti tersebut pada butir 2.1 dan 2.2.. Pada saat
pengisian KRS diharapkan mahasiswa sudah mempunyai “topik tentatif” atau tema penelitian Tugas
Akhir.
3.2. Proses Penunjukan Dosen Pembimbing
(1) Penunjukan Dosen Pembimbing dilakukan oleh Ketua program studi setelah mahasiswa
menyerahkan form pemilihan pembimbing dan tema tugas akhir kepada Ketua program
studi yang bersangkutan.
(2) Atas dasar pilihan pembimbing dan topik tersebut Ketua program studi menunjuk Dosen
Pembimbing atas persetujuan Pembantu Ketua I Bidang Akademik dengan ketentuan apabila
jumlah maksimum bimbingan dari dosen pembimbing tersebut masih terpenuhi, dan apabila
telah mencapai jumlah maksimum maka ketua program studi berhak mengalihkan kepada
pembimbing lain dengan dasar tema yang dipilih dan dan atar dasar tersebut Ketua I Bidang
Akademik segera menerbitkan Surat Keputusan pengangkatan Dosen Pembimbing atas nama
Ketua.
3.3. Penggantian Dosen Pembimbing
1) Apabila karena sesuatu alasan, Dosen Pembimbing tidak dapat menjalankan tugas lebih dari
1 (satu) bulan, maka Ketua program studi atas persetujuan Pembantu Ketua (Puket) I
Bidang Akademik menunjuk penggantinya.
2) Keinginan dari mahasiswa untuk mengganti dosen pembimbing dengan ketentuan tidak
pernah melaksanakan bimbingan selama 2 (dua) semester.
3.4. Prosedur Bimbingan
Proses bimbingan dipantau dengan menggunakan Kartu Konsultasi Bimbingan Tugas Akhir (KKBTA),
sehingga Dosen Pembimbing dapat memantau perkembangan mahasiswa dalam menyusun Tugas
Akhirnya.
Proses bimbingan tersebut adalah:
(1) Mahasiswa bersama Dosen Pembimbing mendiskusikan judul dan out line (garis besar
rencana tugas akhir yang akan dilakukan).
(2) Usulan Tugas Akhir yang telah disetujui Dosen Pembimbing harus dilaporkan oleh
mahasiswa kepada Ketua Program Studi.
(3) Mahasiswa melakukan tugas akhir pada Instansi/lembaga yang ditunjuk berbekal
surat pengantar dari Ketua Program Studi.
(4) Proses Bimbingan yaitu dengan mengadakan Seminar group dengan
mempresentasikan tema dari masing masing mahasiswa yang teknisnya
pelaksanaannya akan ditentukan oleh pembimbing
(5) Setelah proses bimbingan dianggap selesai, atas dasar hasil evaluasi dan persetujuan
Dosen Pembimbing, final draf (konsep final) laporan tugas akhir dinyatakan memenuhi
persyaratan untuk diajukan pada sidang laporan tugas akhir. Persetujuan Dosen
Pembimbing terhadap final draft dinyatakan dengan pembubuhan tanda tangan.
(6) Final draft tugas akhir, dibuat sekurang-kurangnya rangkap 4 (empat) dengan rincian
yaitu 1 buah untuk Dosen Pembimbing, 2 buah untuk penguji dan 1 buah untuk
mahasiswa
(7) Ketua program studi (jurusan) melakukan monitoring terhadap persyaratan yang yang
harus dipenuhi mahasiswa untuk melaksanakan sidang laporan tugas akhir.
(8) Setelah memenuhi persyaratan mahasiswa dapat melakukan regitrasisi sidang.
(9) Waktu pelaksanakan Sidang laporan tugas ditetapkan oleh ketua program studi
(jurusan).
(10) Ujian sidang tugas akhir dinyatakan lulus apabila semua penguji sidang berpendapat
bahwa mahasiswa layak untuk lulus.
Panduan Penulisan Tugas Akhir STMIK IM 8
(11) Apabila salah seorang penguji dengan pertimbangan tertentu menyatakan mahasiswa
tidak layak lulus dalam ujian sidangnya, maka ujian sidang akhir harus diulang. Sidang
tugas akhir ulangan dilakukan paling lambat dua minggu setelah ujian sidang tugas
akhir pertama.
(12) Setelah ujian sidang akhir, apabila dinyatakan lulus, dan setelah dilakukan perbaikan
seperlunyan maka tugas akhir yang telah disetujui Dosen Pembimbing dijilid rapi (hard
cover) sebanyak rangkap 3 (tiga), dengan rincian yaitu 1 buah untuk Program Studi,
1 buah untuk perpustakaan dan 1 buah untuk mahasiswa sendiri.
(13) Apabila tugas akhir tidak dapat diselesaikan pada semester bersangkutan, maka :
(a) Mahasiswa dapat menyelesaikan pada semester berikutnya (topik dan Dosen
Pembimbing tetap sama).
(b) Semester yang bersangkutan tetap diperhitungkan dalam batas waktu maksimal
studi.
(14) Apabila tugas akhir tidak dapat diselesaikan dalam 2 (dua) semester berturut-turut
maka:
(a) Dosen Pembimbing memberi nilai huruf E
(b) Mahasiswa diharuskan menempuh kembali tugas akhir tersebut dengan topik
yang berbeda (pembimbing utama bisa tetap atau berbeda).
(c) Selanjutnya berlaku ketentuan pengambilan tugas akhir tersebut dari mulai awal
lagi termasuk penunjukan Dosen Pembimbing oleh Ketua Program Studi.
Flow dari pelaksanaan Tugas Akhir dapat dilihat dari gambar berikut.
Panduan Penulisan Tugas Akhir STMIK IM 9
FLOWCHART TAHAPAN PELAKSANAAN PENYUSUNAN
LAPORAN TUGAS AKHIR STMIK INDONESIA MANDIRI
Evaluasi
Mulai
Mahasiswa
Minimal
SKS
Dosen Pembimbing
- Topik TA
- Pelaksanaan TA
- Seminar Group
Monitoring
Registrasi
Sidang
Pelaksanaan
Sidang
Lulus
Wisuda
Selesai
T
Y
Y
Y
T
T
Panduan Penulisan Tugas Akhir STMIK IM 10
BAGIAN IV
KERANGKA PENULISAN
4.1. Perwajahan
Perwajahan merupakan bagian pertama laporan tugas akhir yang dapat dilihat oleh
pembaca. Perwajahan berfungsi sebagai petunjuk awal bagi yang berminat membaca laporan tugas
akhir. Perwajahan memuat judul laporan tugas akhir dengan objek yang jelas, nama penulis, logo
STMIK-IM, jurusan yang diikuti oleh penulis. Oleh karena itu perwajahan juga berfungsi sebagai
identitas dan keseragaman bentuk penyusunan.
4.2. Sistematika
Sistematika penulisan laporan tugas akhir merupakan urutan-urutan bagaimana tugas akhir
disajikan dalam bentuk laporan sehingga memudahkan para pembaca memahami isi laporan tugas
akhir. Secara garis besar, laporan tugas akhir disusun dengan sistematika sebagai berikut:
a) Bagian Awal (Preliminary)
b) Bagian Inti (Pokok Kajian)
c) Bagian Akhir (Referensi)
4.2.1. Bagian Awal
1. Halaman Judul Bagian Dalam
Penulisan Judul bagian dalam pada dasarnya adalah sama dengan judul yang tertulis pada
cover bagian depan. Pada lembar judul ini dituliskan pula judul dalam bahasa Inggris (terjemahan)
yang sesuai dengan judul bahasa Indonesia, dan dicetak miring (italic). (lihat contoh)
2. Lembar Pengesahan
Lembar pengesahan ini memuat pengesahan dari Dosen Pembimbing, kemudian
diketahui oleh Ketua Jurusan. Sebagai tanda pengesahan dan persetujuan dibubuhi tanda
tangan di atas nama Dosen Pembimbing dan Ketua Jurusan. Nama Dosen Pembimbing dan
Ketua Jurusan ditulis lengkap dengan gelar akademisnya. (lihat contoh).
3. Abstrak
Abstrak merupakan uraian ringkas dari keseluruhan hasil penelitian, walaupun disajikan dalam
uraian singkat, abstrak harus memuat hal-hal penting dari laporan tugas akhir yang disusun, agar
pembaca memperoleh gambaran yang jelas dari masalah yang diteliti. Abstrak dituliskan secara
singkat yang menjelaskan tentang latar belakang penulisan, metode penulisan yang digunakan untuk
pemecahan masalah, dan implementasi dari metode yang digunakan terhadap penulisan. Abstrak
ditulis dengan huruf Times New Roman, ukuran 12 karakter per inch dengan spasi 1 (satu), dan
dicetak miring (italic). Abstrak dapat menggunakan Bahasa Inggris ditulis antara satu sampai satu
setengah halaman atau 250 - 500 kata.
4. Kata Pengantar
Kata pengantar memuat uraian yang mengantarkan pembaca ke inti masalah
laporan tugas akhir. Pada bagian akhir kata pengantar disampaikan ucapan terima kasih
kepada semua pihak yang telah membantu dalam penulisan laporan tugas akhir. Jika
ucapan terima kasih yang akan disampaikan cukup banyak, ucapan terima kasih dapat
disampaikan dalam lembaran tersendiri setelah lembar kata pengantar dengan
menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.
5. Daftar Isi, Tabel, Gambar dan Lampiran
Daftar isi berupa daftar yang memuat isi laporan tugas akhir secara keseluruhan,
mulai dari kata pengantar, daftar isi itu sendiri, daftar tabel, daftar gambar, bagian inti
laporan tugas akhir, bagian akhir laporan tugas akhir, dan lampiran.
Daftar tabel merupakan daftar yang berisi petunjuk tabel-tabel (jika ada) yang ada pada
bagian inti laporan tugas akhir. Daftar tabel harus ditulis secara jelas sehingga memudahkan
pembaca mencari tabel yang diinginkan.
Daftar gambar merupakan daftar yang berisi petunjuk gambar-gambar (jika ada) yang ada
pada bagian inti laporan tugas akhir.
Panduan Penulisan Tugas Akhir STMIK IM 11
Lampiran pada tugas akhir diletakkan pada bagian akhir laporan tugas akhir yang diberi judul
daftar lampiran dengan tujuan untuk memudahkan pembaca mencari data pendukung dalam laporan
tugas akhir.
4.2.2. Bagian Inti
BAB I PENDAHULUAN
Bab pendahuluan berisi Latar Belakang Penulisan, Identifikasi Masalah, Maksud dan
Tujuan Penulisan, Batasan Masalah, Metode Penelitian, dan Sistematika Penulisan.
Latar Belakang Penulisan
Paragraf ini sering disebut motivator atau pendorong dilakukannya suatu penelitian
terhadap suatu masalah dalam rangka penyelesaian tugas akhir yang berfungsi ganda,
yaitu:
Sebagai pendorong bagi mahasiswa untuk melaksanakan kegiatannya, dan
Sebagai pendorong bagi orang lain untuk membaca bagian-bagian selanjutnya dari
laporan tugas akhir, berarti uraian pada paragraf ini harus dapat menggugah minat
pembaca.
Pada paragraf ini perlu juga menjelaskan apa dan mengapa suatu tema/judul
dipilih, dan merupakan uraian informasi sehubungan dengan timbulnya masalah penelitian
informasi/data mengenai timbulnya masalah yang perlu dicari untuk mengetahui kedudukan
masalah yang pasti.
Empat komponen latar belakang penelitian yang perlu diperhatikan adalah:
1) Sinyalemen atau konstalasi kegiatan masalah yang diteliti
2) Relevansi dan intensitas pengaruh masalah yang akan diteliti, dengan bidang terapan
ilmu yang dipelajari
3) Keserasian pendekatan yang digunakan sesuai dengan bidang terapan ilmu yang
dipelajari
4) Gambaran kegunaan penelitian
Pengungkapan bagian ini harus dapat memberikan jawaban atas pertanyaanpertanyaan
berikut:
1) Apa yang telah diketahui, baik teoritis maupun faktual tentang masalah yang akan
diteliti?
2) Adakah permasalahan yang perlu diteliti?
3) Bagian mana yang menarik dari masalah yang diteliti itu?
4) Apakah mungkin secara teknis masalah itu diteliti?
Identifikasi Masalah
Identifikasi masalah adalah aspek abstraksi dan pemilihan yang tepat terhadap
aspek masalah yang akan diteliti. Dengan perkataan lain, identifikasi masalah merupakan
kemungkinan-kemungkinan masalah yang akan timbul dalam penulisan. Perumusan
identifikasi masalah mempunyai konsekuensi relevansi dengan tujuan dan kegunaan penelitian
khususnya pada isi Bab III. Penyajian identifikasi masalah pada umumnya dinyatakan dalam
kalimat-kalimat tanya (apa, bagaimana, mengapa, sampai sejauh mana, dan lain-lain).
Maksud dan Tujuan Penulisan
Paragraf ini mengetengahkan indikator-indikator apa yang hendak ditemukan dalam
penelitian, terutama indikator-indikator yang berkaitan dengan variabel-variabel yang akan
diteliti. Tujuan merupakan arah pelaksanaan penulisan yang menguraikan apa yang akan
dicapai serta merumuskan tujuan umum penulisan yang konsisten dengan masalah pokok
penulisan (oleh karena itu urutannya pun harus mengikuti konsistensi seperti yang berlaku
untuk identifikasi masalah).
Batasan Masalah
Paragraf ini menjelaskan atau memilih masalah dari kemungkinan yang ada disertai
argumentasinya. Untuk permasalahan yang terlalu luas dapat dipersempit masalahnya atau
permasalahan yang ada diuraikan menjadi masalah yang lebih kecil. Hal ini dimaksudkan agar
materi penulisan dan permasalahan yang akan diuraikan tidak membingungkan penulis
Panduan Penulisan Tugas Akhir STMIK IM 12
maupun pembaca, atau kemungkinan akan mengakibatkan permasalahan yang akan diuraikan
akan keluar dari pokok permasalahan itu sendiri.
Metode Penelitian
Paragraf ini menerangkan secara ringkas tentang :
1) Metode penelitian (metode penelitian yang digunakan sesuai dengan tujuan laporan tugas
akhir sebagaimana termaksud pada Bab I butir 1.3., lebih bersifat description research
seperti: case study, development research, correlation study, dan sebagainya)
2) Metode atau teknik pengumpulan data (observasi, wawancara, angket)
3) Teknik analisis dan metode pengujian (kalau ada).
Catatan:
1) Sebagai pedoman dalam melakukan penelitian mulai dari langkah awal yaitu memilih
masalah atau mencari ide penelitian, perumusan judul sampai dengan pengolahan data
dan menarik kesimpulan, sedikitnya mahasiswa harus berpegang pada 1 (satu) buku
metode riset atau sejenisnya, pengambilan kutipan dari buku referensi dalam penyajian
penulisan metode penelitian tersebut di atas, harus mencantumkan catatan sumber
kutipan.
2) Apabila mahasiswa dalam pengumpulan data menggunakan alat bantu (instrumen
pengumpulan data) seperti, pedoman observasi (check list), pedoman wawancara
(interview guide) dan angket/kuisioner (check list/questionnaires); instrumen-instrumen
tersebut harus dilampirkan.
Sistematika Pemulisan
Menguraikan tentang bagaimana suatu penulisan dibuat secara sistematis, terurut,
khususnya pada bagian isi dari penulisan. Pada bagian ini secara garis besar dituliskan judul,
sub judul, dan penjelsan dari sub judul tersebut apabila diperlukan.
BAB II TINJAUAN PUSTAKA atau LANDASAN TEORI
Bab ini menjelaskan definisi dari variabel-variabel yang menjadi topik
permasalahan, teori (atau teori-teori) yang relevan dengan masalah yang akan diteliti.
Tinjauan pustakan ini dapat pula berisi uraian tentang datasekunder yang diperoleh dari
publikasi baku (misalnya, job title), publikasi ilmiah, atau hasil penelitian pihak lain yang
dapat dijadikan pertimbangan dan kaidah-kaidah teoritis, serta asumsi-asumsi yang
memungkinkan terjadinya penalaran untuk menjawab masalah yang diteliti.
Pada bab ini dimungkinkan mengajukan lebih dari satu teori atau data
sekunder untuk membahas permasalahan yang menjadi topik tugas akhir, sepanjang teoriteori
dan/atau data sekunder itu berkaitan dan tidak kontradiktif. Penulis tidak boleh
mencantumkan teori sekunder sebagai pendukung pembahasan bab selanjutnya, misalnya
teori yang dipakai oleh mahasiswa dalam penulisan TA, dijadikan sebagai bahan referensi.
Contohnya : Sistem informasi adalah …………( Susilawati : Laporan TA 2000/2001 hal 21 ).
Referensi semacam ini TIDAK DIBENARKAN.
Catatan:
1) Dalam rangka memperkaya ilmu dan teori-teori, sebagai referensi, mahasiswa wajib
menggunakan paling sedikit 3 (tiga) buku yang relevan dengan masalah yang akan
diteliti.
2) Dalam kenyataan sering terjadi definisi yang dikemukakan seorang penulis berbeda
dengan yang dikemukakan penulis lainnya. Hal ini mungkin terjadi karena perbedaaan
sudut pandang, untuk memberikan keyakinan tentang suatu definisi, maka mahasiswa
sedikitnya diwajibkan mengutip 3 (tiga) definisi dari 3 (tiga) buku yang berbeda,
kemudian ketiganya diperbandingkan dan disimpulkan.
Pada bab ini juga dapat dideskripsikan gambaran umum instansi/lembaga tempat
melakukan penelitian. Pada hakekatnya bab ini berisi sejarah singkat, struktur organisasi,
bidang kegiatan/usaha dari instansi dan lembaga yang bersangkutan. Deskripsi selanjutnya
merupakan gambaran umum pada bagian dimana mahasiswa melakukan penelitian atau
bagian tempat memperoleh data.
Panduan Penulisan Tugas Akhir STMIK IM 13
BAB III ANALISIS DAN PEMECAHAN MASALAH
Pada bab ini dijelaskan mengenai masalah yang akan diuraikan konsisten dengan
tujuan penelitian yang telah diuraikan pada bab pendahuluan. Permasalahan akan diperoleh
dari penjelasan mengenai gambaran umum pada bagian dimana mahasiswa melakukan
penelitian atau memperoleh data. Pada Bagian/Divisi/Biro/Badan tersebut akan diperoleh
masalah yang sedang dan/atau akan dihadapi. Analisis permasalahan ini harus dapat
diuraikan dengan detail tanpa mengurangi tujuan pokok permasalahan.
Pada umumnya Perusahaan/Instansi/Lembaga yang menjadi tempat memperoleh
data menginginkan Sejarah Perusahaan dicantumkan dalam penulisan. Sejarah ini dapat
diuraikan secara global yang manguraikan tentang Sejarah Perusahaan, Tugas dan
Tanggung Jawab tiap-tiap Bagian, dan uraian tentang analisis dari tugas-tugas yang ada
pada bagian dimanan mahasiswa melakukan penelitian. Tetapi apabila
Perusahaan/Instansi/Lembaga tidak meminta adanya Sejarah Perusahaan, maka penulisan
ini boleh tidak dituliskan.
Masalah yang telah diuraikan dapat dipecahkan dengan metode yang digunakan.
Pemecahan masalah dapat berbentuk disain dan/atau perhitungan matematis yang
kemudian dijelaskan mengenai pemecahan tersebut. Disain ini berupa disain dari suatu
metode yang dipilih dalam memecahkan masalah (disain sistem atau disain model), disain
masukan (Input Disegn), disain antar muka (Interface Design), disain keluaran (hasil yang
sesuai dengan tujuan penulisan). Biasanya bentuk disain masukan dan disain keluaran
sesuai dengan yang diinginkan perusahaan/instansi, atau disain yang dibuat sendiri oleh
penulis yang dapat diterima oleh perusahaan/instansi. Disain ini harus dapat bersifat efisien,
efektif, fleksibel, sederhana, dan informatif. Apabila permasalahan menggunakan
perhitungan matematis dapat menggunakan tabel atau gambar yang harus dijelaskan
secara detail.
Variabel-variabel yang diteliti (variabel masukan dan variabel keluaran) merupakan
data yang dibutuhkan dalam pengolahan data dari data mentah (dokumen dasar) menjadi
informasi yang berguna bagi semua pihak, terutama bagi instansi/perusahaan. Pengolahan
data ini dapat menggunakan tabel, gambar (disain database), atau diuraikan dalam kalimatkalimat
yang mudah dimengerti.
Khusus untuk mahasiswa STRATA SATU perlu disertakan penulisan tentang analisis
perbedaan antara sistem lama dengan sistem baru (sistem yang dibuat dalam penulisan),
atau keunggulan dari produk inovatif yang dibuat terhadap masalah yang timbul sebelum
produk tersebut dibuat. Hal ini dimaksudkan agar mahasiswa dapat berfikir secara kritis dan
dapat menganalisa permasalahan dari berbagai sudut pandang.
BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan pada dasarnya berupa temuan-temuan penelitian, baik secara deskriptif
(hasil pengukuran variabel) maupun secara analitis (berkenaan dengan hasil pengujian
hipotesis), yakni hipotesis mana yang terbukti dan apa maknanya yang dirumuskan dalam
bentuk penyataan secara ketat dan padat, sehingga tidak menimbulkan penafsiran lain.
Informasi yang disampaikan dalam kesimpulan dapat berupa: pendapat baru; koreksi atas
pendapat lama, pengukuhan pendapat lama atau menumbangkan pendapat lama yang
berkaitan dengan masalah yang diteliti.
Saran merupakan tindak lanjut dari kesimpulan, berupa anjuran atau rekomendasi,
yang dapat menyangkut aspek operasional kebijakan maupun konseptual. Saran berisi
gagasan-gagasan atau pemikiran atas dasar hasil penelitian, saran untuk memperbaiki atau
meningkatkan makna suatu variabel dari berbagai sudut yang berkepentingan dengan
variabel tersebut. Saran hendaknya bersifat konkrit, realistik, bernilai praktis, dan terarah.
4.2.3. Bagian Akhir
Pada bagian akhir hanya berisikan lampiran-lampiran yang dibutuhkan untuk mendukung
penulisan. Lampiran tersebut berupa : Listing Program, Tampilan Input Program, Tampilan Output
Program, dan lampiran pendukung lainnya yang diperoleh dari perusahaan/instansi.
Panduan Penulisan Tugas Akhir STMIK IM 14
A. LISTING PROGRAM
Listing program yang berupa source program harus disertakan dalam laporan apabila Penulis
membuat suatu paket program sebagai alat bantu pemecahan masalah (problem solving). Listing
program dibuat dalam jarak 1 spasi, dengan jenis huruf Courier New ukuran 10 char./inch. Nomor
halaman pada bagian kanan atas yang dimulai dari nomor 1.
B. LISTING INPUT DAN OUTPUT PROGRAM
Pada dasarnya program yang dibuat adalah sebagai aplikasi pengolahan data, sehingga harus
ada data yang dimasukkan dan ditampilkan melalui program. Pada saat pemasukan data, program
akan meminta user untuk memasukkan sedikitnya 1 buah record. Tampilan pemasukaan data inilah
yang disertakan dalam lampiran lengkap dengan contoh pemasukan data.
Sama halnya dengan tampilan input, tampilan output juga diikutsertakan dalam lampiran.
Tampilan output program biasanya berupa tabel-tabel atau gambar/grafik yang merupakan hasil dari
data yang dimasukkan melalui tampilan input. Data yang ditampilkan sedikitnya berisikan 10 buah
record, agar terlihat perbedaannya antara permasalahan dengan keunggulan program yang dibuat.
C. LAMPIRAN PENDUKUNG LAINNYA
Lampiran pendukung yang dimaksud adalah formulir (form) yang diperoleh pada waktu
penelitian, dapat berupa dokumen dasar, tabel-tabel, gambar-gambar, slip pembayaran, dan lainlain.
Lampiran ini dapat disertakan apabila diperlukan.
Panduan Penulisan Tugas Akhir STMIK IM 15
BAGIAN V
ATURAN PENULISAN NASKAH
5.1. Bahan Yang Digunakan
Kriteria bahan-bahan yang digunakan guna melengkapi penulisan Laporan Tugas Akhir agar
penulisan terlihat baik, seragam dan manggugah minat baca, antara lain :
1. Kertas yang digunakan untuk mengetik laporan adalah kertas HVS 80 gram ukuran A4 (21,5 cm
x 29,7 cm) warna putih.
2. Untuk sampul luar (kulit luar) ditetapkan sampul kertas (soft cover). Bahan yang digunakan
adalah karton buffalo atau linen, dengan warna biru muda untuk D3 dan biru tua untuk S1.
3. Tiap bab diberi pembatas dengan kertas doorslag, warna biru muda berlogo STMIK-IM.
4. Catatan : untuk penulisan naskah selama dalam bimbingan sampai dengan diujikan, dapat
menggunakan kertas HVS dengan kualitas lebih rendah, sampul luar tidak perlu menggunakan
hard cover.
5.2. Lay-Out Kertas
Laporan tugas akhir diketik menggunakan komputer dengan program pengolah kata MS-Word,
dengan ketentuan sebagai berikut :
• Top Margin (pinggir atas) : 4 cm dari tepi kertas atas
• Bottom Margin (pinggir bawah) : 3 cm dari tepi kertas bawah
• Left Margin (pinggir kiri) : 4 cm dari tepi kertas kanan
• Right Margin (pinggir kanan) : 3 cm dari tepi kertas kanan
Untuk penulisan judul, pengetikannya dimulai pada jarak 5 (lima) cm dari atas kertas.
Pengetikan laporan tugas akhir harus disesuaikan agar memenuhi ketentuan di atas serta
tidak diperkenankan mencantumkan header dan footer dalam bentuk apapun.
Margin penulisan naskah :
Panduan Penulisan Tugas Akhir STMIK IM 16
5.3. Cara Pengetikan
Pengetikan dan editing berhubungan langsung dengan software pengolah kata yang
digunkan. Aturan penulisan ini dibuat standar (standar internasional) atau baku dengan ketentuan
sebagai berikut :
1. Pengetikan hanya dilakukan pada satu muka kertas, tidak bolak-balik.
2. Jenis huruf yang digunakan adalah Times New roman.
3. Ukuran huruf yang digunakan harus standar, dengan ketentuan sebagai berikut
• Judul dengan ukuran 14 karakter per inch dicetak tebal
• Sub judul dengan ukuran 12 karakter per inch dicetak tebal
• Isi naskah dengan ukuran 12 karakter per inch dicetak biasa
4. Pengetikan bahasa asing menggunakan huruf miring (Italic)
5 cm
BAB XX
JUDUL BAB
no. Sub judul
…………………………………………………
…………………………………………………
4 cm ………………………………………………… 3 cm
…………………………………………………
…………………………………………………
…………………………………………………
…………………………………………………
no. hal
3 cm
3
4 cm
no
…………………………………………………
…………………………………………………
…………………………………………………
…………………………………………………
…………………………………………………
4 cm ………………………………………………… 3 cm
…………………………………………………
…………………………………………………
…………………………………………………
…………………………………………………
…………………………………………………
3 cm
Panduan Penulisan Tugas Akhir STMIK IM 17
5. Pencetakan dapat menggunakan berbagai jenis printer
6. Tidak diperkenankan adanya salah ketik (baik kalimat maupun nama)
5.4. Spasi
Spasi yang digunakan dalam penulisan laporan tugas akhir bermacam-macam tergantung
pada bab atau aturan dimana penulisa harus menuliskan naskahnya. Aturan spasi yang digunakan
sebagai berikut :
1. Jarak antara baris yang satu dengan baris berikutnya adalah 2 (dua) spasi
2. Jarak antara nomor bab (contoh : BAB I) dengan judul bab (contoh : PENDAHULUAN) adalah 2
(dua) spasi.
3. Jarak antara judul bab denagn sub bab adalh 4 (empat) spasi.
4. Jarak antara sub bab dengan baris pertama teks adalah 2 (dua) spasi.
5. Jarak antara baris akhir teks dengan sub bab berikutnya adalah 4 (empat) spasi.
6. Jarak antara teks dengan tabel, gambar, grafik, diagram, atau judulnya adalah 3 (tiga) spasi.
7. Alinea baru diketik menjorok ke dalam satu tabulas idari margin kiri teks. Jarak antara alinea
yang satu dengan alinea yang lain adalah 2 (dua) spasi.
8. Petunjuk bab dan tajuk selalu dimulai dengan halaman baru.
5.5. Kutipan
Kutipan biasanya diperoleh dan ditulis langsung dari bahan referensi yang dipakai dan
dituliskan sesuai aslinya. Kutipan ini biasanya selalu ada dalam penulisan tugas akhir terutama
penjabaran mengenai teori penukung penulisan. Aturan penulisan kutipan yang berlaku pada
penulisan laporan tugas akhir adalah sebagai berikut :
1. Kutipan langsung (bisa dalam bahasa aslinya atau terjemahannya), yang terdiri tidak lebih dari 3
(tiga) baris, dimasukkan di dalam teks dengan jarak tetap 2 (dua) spasi, diikuti dengan nama
penulis, tahun dan halaman.
2. Kutipan langsung (bisa dalam bahasa aslinya atau terjemahannya), yang terdiri dari 4 (empat)
baris atau lebih, diketik terpisah dari teks dengan jarak satu spasi dan menjorok masuk satu
tabulasi dari margin kiri teks diikuti nama penulis, tahun, dan halaman. Jarak antara baris akhir
teks dengan kutipan dan jarak antara baris akhir kutipan dengan baris awal teks berikutnya
adalah 2 (dua) spasi.
3. Pengetikan kutipan dalam bahasa asing dilakukan sesuai dengan ketentuan di atas dengan huruf
miring (italic).
4. Penggunaan gagasan atau pemikiran seorang penulis buku, artikel dan sebagainya, walaupun
disusun dengan menggunakan kata-kata sendiri harus pula mencantumkan nama dan tahun
buku/artikel itu ditulis sesuai dengan kebiasaan penulisan pada masing-masing disiplin ilmu.
5.6. Tajuk
Tajuk diketik di halaman baru dengan huruf kapital ditempatkan di tengah-tengah, tanpa
diberi garis bawah, namun diperbolehkan menggunakan cetak tebal.
Yang dimaksud dengan tajuk adalah:
1. DAFTAR GRAFIK (kalau ada)
2. DAFTAR LAMPIRAN
3. DAFTAR PUSTAKA
4. RIWAYAT HIDUP (kalau ada)
5. JUDUL BAB
5.7. Penomoran Bab, Sub Bab, Paragraf, dan Rincian
Penomoran dan jenis penomoran yang digunakan diatur dengan ketentuan sebagai berikut:
1. Penomoran bab menggunakan angka Romawi besar (I, II, III, dan IV) dan ditempatkan di
tengah kertas secara simetris.
2. Penomoran sub bab menggunakan angka biasa dan berurut sesuai nomor bab (2.1., 2.2., 2.3.,
dan seterusnya). Nomor dan judul sub bab ditulis di tepi kiri (align left) dengan kapitalisasi (title
case) dicetak tebal tanpa garis pemisah.
3. Penomoran judul paragraf (apabila ada) menggunakan huruf besar (A, B, C, dan seterusnya)
dengan diberi titik di belakangnya. Nomor dan judul paragraf ditulis di tepi kiri (align left) dengan
kapitalisasi (title case) dicetak tebal tanpa garis bawah.
Panduan Penulisan Tugas Akhir STMIK IM 18
5.8. Penomoran Halaman
3.8.1. Penomoran Halaman di Bagian Awal
Pemberian nomor halaman di bagian awal (preliminary) ditetapkan sebagai
berikut:
1) Penomoran halaman bagian awal, dari mulai halaman judul bagian dalam sampai dengan
halaman daftar lampiran menggunakan angka Romawi kecil (i), (ii), (iii), (iv), (v), dan
seterusnya, dengan ketentuan halaman judul bagian dalam dan halaman pengesahan tidak diberi
nomor halaman tetapi tetap diperhitungkan.
2) Pada tiap halaman yang bertajuk, mulai dari abstrak sampai dengan daftar lampiran, nomor
halaman diletakkan di tengah-tengah bagian bawah kertas berjarak 3 (tiga) spasi dari margin
bawah (bottom of page, center) dan pada halaman-halaman lainnya nomor halaman diletakkan
pada lajur atas sebelah kanan, berjarak 3 (tiga) spasi dari margin atas dan angka terakhir nomor
halaman itu lurus dengan margin kanan teks (top of page, right alignment).
3.8.2. Penomoran Halaman di Bagian Inti
Pemberian nomor halaman pada bagian inti (body text) ditetapkan sebagai berikut:
1) Penomoran halaman mulai dari BAB I sampai dengan BAB V (KESIMPULAN DAN SARAN),
menggunakan angka biasa (1, 2, 3, dan seterusnya).
2) Nomor halaman ditempatkan pada sudut kanan atas berjarak 3 (tiga) cm dari margin atas,
kecuali untuk halaman judul bab ditempatkan di tengah-tengah bagian bawah kertas berjarak 3
(tiga) cm dari margin bawah. (lihat gambar margin).
3.8.3. Penomoran Halaman pada Bagian Akhir
Pemberian nomor halaman pada bagian akhir (reference section) ditetapkan sebagai berikut:
1) Penomoran halaman mulai dari DAFTAR PUSTAKA sampai dengan DAFTAR RIWAYAT HIDUP
(kalau ada), menggunakan angka biasa (1, 2, 3, dan seterusnya), merupakan kelanjutan dari
halaman-halaman bagian inti, dan untuk halaman judul bab ditempatkan di tengah-tengah
bagian bawah kertas berjarak 3 cm dari margin bawah.
2) Pada tiap halaman yang bertajuk, nomor halaman diletakkan pada lajur bawah persis di tengahtengah
berjarak tiga spasi dari margin bawah (bottom of page, center) dan pada halamanhalaman
lainnya nomor halaman diletakkan pada lajur atas sebelah kanan (top of page, right
alignment), berjarak tiga spasi dari margin atas.
5.9. Sampul Luar dan Halaman Judul
Penulisan dan penempatan judul dan sub judul, tulisan LAPORAN TUGAS AKHIR, kalimat
yang menyatakan syarat pembuatan Laporan Tugas Akhir, Nama, NIM, logo STMIK-IM, Nama
Institusi dan tahun penyusunannya, pada sampul luar dan halaman judul dalam, mengikuti
ketentuan berikut:
1) Penulisan JUDUL dan SUB JUDUL diatur sebagai berikut:
a) Judul ditulis paling atas, seluruhnya menggunakan huruf kapital (tanpa garis bawah), cetak
tebal (bold), jarak dari tepi kertas atas kurang lebih 5 (lima) cm.
b) Jenis huruf yang digunakan adalah huruf Times New Roman, tinggi dan lebar huruf
diperhatikan keseimbangannya.
c) Judul ditulis lengkap tanpa ada bagian yang disingkat (kecuali akronim badan hukum
perusahaan yang sudah diterima oleh masyarakat seperti PT, PERUM, dan sebagainya).
d) Judul yang panjang ditulis menjadi dua bagian atau lebih, dengan pemotongan judul yang
logis, sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia.
e) Judul diusahakan disusun dalam bentuk piramida terbalik dengan jarak satu spasi.
f) Judul tidak diakhiri dengan tanda titik.
2) Penulisan LAPORAN TUGAS AKHIR ditulis dengan huruf kapital, penempatan diatur di tengahtengah,
2 (dua) spasi di bawah judul, jenis huruf yang digunakan sama dengan judul tetapi lebih
kecil daripada huruf yang digunakan untuk judul.
3) Penulisan Diajukan sebagai salah satu syarat untuk kelulusan Program Studi ….. (dapat Strata
Satu atau Diploma Tiga) pada Jurusan ….. (dapat Teknik Informatika, Manajemen Informatika,
Sistem Informasi) di Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Indonesia Mandiri,
Panduan Penulisan Tugas Akhir STMIK IM 19
ditempatkan di tengah-tengah kurang lebih satu cm di bawah tulisan LAPORAN TUGAS AKHIR,
jenis huruf lebih kecil daripada huruf yang digunakan untuk tulisan Laporan Tugas Akhir.
4) Nama mahasiswa ditulis dengan menggunakan huruf kapital dengan jenis dan huruf besar sama
dengan yang digunakan sesuai penjelasan butir (2) di atas, penempatan di tengah-tengah
kurang lebih 10 cm dari tulisan “STMIK-IM” yang berada di atasnya. Di bawah nama diikuti oleh
NIM.
5) Nama Sekolah Tinggi Informatika dan Komputer Indonesia Mandiri dan tahun penyusunan diatur
sebagai berikut:
a) Nama Sekolah Tinggi Informatika dan Komputer Indonesia Mandiri dan hal-hal lain yang
berkaitan, seluruhnya ditulis dengan huruf kapital, diketik kurang lebih 1 cm di bawah
tulisan NIM dengan jenis dan huruf yang sama dengan tulisan “LAPORAN TUGAS AKHIR”
yang dijelaskan pada butir (2) di atas.
b) Tahun penyusunan laporan tugas akhir ditulis di tengah-tengah pada baris paling bawah.
c) Logo STMIK-IM berukuran 4 cm.
5.10. Penomoran Tabel dan Gambar
Tabel yang dimaksud adalah tabel yang dituliskan pada bagian inti yang merupakan
penjelasan atau bagian dari inti penulisan yang dibuat dalam bentuk tabel, bukan merupakan tabel
yang dihasilkan dari formulir dasar atau tabel yang berupa lampiran. Pemberian nomor tabel
ditetapkan sebagai berikut:
a) Judul tabel diberi nomor urut dengan angka biasa sesuai dengan nomor urut Bab dimana tabel
tersebut dibuat.
b) Bentuk umum penulisan Tabel sebagai berikut:
TABEL: Nomor bab.Nomor urut tabel. Judul Tabel
a) Penulisan bentuk umum di atas dituliskan rata kiri pada bagian atas tabel.
b) Penulisan judul tabel dengan kapitalisasi (title case) tanpa diakhiri tanda titik.
c) Contoh penulisan: (urutan tabel ke-5 yang terdapat pada bab 2)
TABEL: 2.5. Data Mahasiswa Peserta Sidang Tugas Akhir
Pemberian nomor gambar ditetapkan sebagai berikut:
a) Judul gambar diberi nomor urut dengan angka biasa sesuai dengan nomor urut Bab dimana
gambar tersebut dibuat.
b) Bentuk umum penulisan Gambar sebagai berikut:
GAMBAR: Nomor bab.Nomor urut gambar. Judul Gambar
c) Penulisan bentuk umum di atas dituliskan di tengah-tengah pada bagian bawah gambar.
d) Penulisan judul gambar dengan kapitalisasi (title case) tanpa diakhiri tanda titik.
e) Contoh penulisan: (urutan gambar ke-10 yang terdapat dalam bab 3)
GAMBAR: 3.10. Data Flow Diagram Level 1
gambar
Panduan Penulisan Tugas Akhir STMIK IM 20
5.11. Daftar Pustaka
Daftar ini harus secara lengkap dan sistematis mencantumkan seluruh buku
sumber yang digunakan dalam penulisana laporan.
1) Spasi dan Indensi
a) Jarak baris yang digunakan untuk pengetikan satu buku referensi dalam daftar pustaka
adalah 1 (satu) spasi.
b) Baris kedua dari setiap buku (jurnal, artikel, dan sebagainya) yang merupakan sumber
referensi diketik menjorok ke dalam kurang lebih 5 (lima) hentakan spasi.
c) Jarak spasi dari satu buku atau sumber referensi ke buku atau sumber referensi lainnya
adalah 1,5 (satu setengah) spasi.
d) Apabila terdapat dua referensi atau lebih yang digunakan dengan nama penulis persis sama,
maka nama penulis pada referensi yang kedua (dan seterusnya) diganti dengan “garis
bawah” sebanyak tujuh hentakan spasi.
2) Tata Cara Penulisan Nama Pengarang Buku Referensi
a) Penulisan daftar pustaka dituliskan berdasarkan urutan abjad pengarang.
b) Penulisan nama pengarang yang terdiri dari dua bagian atau lebih (nama diri dan nama
keluarga), maka nama keluarga ditulis lebih dahulu, baru nama dirinya.
c) Untuk pengarang Indonesia, mengingat banyak orang Indonesia belum terbiasa
mencantumkan nama keluarga, kadang-kadang kita menemukan kesulitan dalam
menentukan mana nama diri dan mana nama keluarga, maka penulisan nama pengarang
Indonesia disarankan sesuai dengan nama yang tercamtum pada bukunya.
d) Untuk pengarang Cina, nama keluarga Cina adalah nama yang ditulis di depan, oleh karena
itu penulisan nama pengarang Cina dilakukan sesuai dengan yang ditulis pada bukunya.
e) Gelar kesarjanaan atau gelar lainnya dan singkatan nama yang ditulis di depan nama
pengarang (kalau ada seperti Rd, H, M, Moch, dan lain-lain) ditulis di belakang nama diri
dengan diberi tanda baca koma antara nama diri dengan gelar dan/atau singkatan nama
tersebut, kemudian diakhiri dengan nama titik.
f) Apabila pengarang buku terdiri dari dua atau tiga orang, penulis pertama ditulis sesuai
dengan ketentuan butir (a) dan (b), penulis lainnya ditulis sesuai dengan yang ditulis pada
bukunya.
g) Apabila pengarang lebih dari tiga orang, yang dicantumkan hanya penulis pertama dengan
menambahkan tulisan et.al. dibelakangnya (tulisan et.al berarti dan lain-lain).
3) Pengetikan Nama Buku, Jurnal atau Artikel
a) Judul buku: diberi garis bawah atau dicetak miring (italic).
b) Kalau judul artikel digunakan merupakan bagian dari satu buku (misalnya beberapa artikel
dengan penulis yang berbeda diedit dalam satu buku), maka judul bukunya mengikuti
aturan butir (a).
c) Judul jurnal tidak diketik biasa, tetapi untuk nama jurnalnya mengikuti aturan butir (a).
4) Urutan Pengetikan Referensi
• Urutan pengetikan yang berasal dari buku diatur sebagai berikut:
a) Nama penulis/pengarang diikuti tanda koma, kemudian
b) Judul buku diikuti tanda koma, kemudian
c) Nama penerbit diikuti tanda koma, kemudian
d) Kota tempat penerbit atau negara bagian tempat penerbit diikuti tanda koma, kemudian
e) Tahun penerbitan diakhiri tanda titik.
• Urutan pengetikan yang berasal dari artikel yang diedit dalam satu buku diatur sebagai
berikut:
a) Nama penulis/pengarang diikuti tanda koma, kemudian
b) Judul artikel diikuti tanda koma, kemudian
c) Nama editor (editor-editor), didahului kata “dalam: “ diikuti tanda koma,
d) Judul buku (diketik dengan huruf tebal) diikuti tanda koma,
e) Penerbit, Kota tempat penerbitan atau negara bagian tempat penerbitan
f) Tahun penerbitan diakhiri tanda titik
g) Masing-masing diberi jarak dua ketukan.
• Urutan pengetikan yang berasal dari jurnal diedit dalam suatu buku diatur sebagai berikut:
a) Nama penulis/pengarang diikuti tanda koma, kemudian
b) Judul artikel, kemudian nama jurnal (dicetak italic) diikuti tanda koma, kemudian
Panduan Penulisan Tugas Akhir STMIK IM 21
c) Nomor halaman, dimulai dari halaman awal sampai dengan akhir artikel
d) Kota tempat penerbitan diikuti tanda koma, kemudian
e) Tahun penerbitan diakhiri tanda titik
f) Masing-masing diberi jarak dua ketukan.
Contoh Penulisan Daftar Pustaka:
1. Abdul Kadir, Konsep dan Tuntunan Praktis Basis Data, ANDI Offset, Yogyakarta, 1999.
2. Loomis, Mary, Data Management and File Processing, Prentice Hall, New Jersey, 1983.
Lampiran
Bagian ini biasanya berisi seluruh materi yang perlu diikutsertakan atau merupakan hasil
pembuktian dari isi penulisan, seperti:
a) Lampiran biasanya berisikan berturut-turut listing program, run input, run output, formulir
(dokumen dasar), gambar (jika ada), dan lampiran lain yang dianggap perlu.
b) Penulisan judul lampiran dituliskan pada lembar baru yang ditempatkan di tengah-tengah kertas
secara simetris dari bagian atas dan bagian kiri kertas.
c) Judul lampiran seluruhnya ditulis dengan huruf kapital.
d) Penomoran halaman lampiran disesuaikan dengan urutan judul lampiran, misalnya apabila judul
lampirannya:
LAMPIRAN A
LISTING PROGRAM
maka nomor halaman adalah 1a, 2a, 3a, dan seterusnya, yang ditempatkan pada bagian atas
kanan kertas (seperti pada nomor halaman bab I – bab V).
e) Pengetikan listing program ditulis dengan ketentuan sebagai berikut:
• Menggunakan jenis huruf Courier New dengan ukuran 10 karakter per inch.
• Jarak penulisan 1 (satu) spasi.
• Urutan penulisan sesuai dengan urutan program, misalnya program 1, program 2, dan
seterusnya, dan tidak boleh acak.
f) Lampiran berupa run input program adalah hasil program (eksekusi program) berupa input data
yang harus dimasukkan yang dapat berupa tabel atau gambar.
g) Lampiran berupa run output program adalah hasil program (eksekusi program) berupa hasil
pengolahan data yang ditampilkan dan biasanya berbentuk tabel atau rincian data pengolahan,
contoh: KHS, struk gaji, kwitansi pembayaran telpon, dan lain-lain.
h) Lampiran berupa formulir (dokumen dasar), gambar, dan lain-lain dapat dicantumkan dan tidak
perlu diberi nomor halaman.
1,5 spasi
Panduan Penulisan Tugas Akhir STMIK IM 22
BAGIAN VI
UJIAN SIDANG TUGAS AKHIR
6.1. Tujuan Sidang Ujian Tugas Akhir
Tujuan dilaksanakannya Sidang Tugas Akhir adalah sebagai berikut:
1. Untuk menyiapkan mahasiswa menjadi anggota masyarakat yang mempunyai kemampuan
akademik dan atau profesional yang dapat menerapkan, mengembangkan, dan menciptakan
ilmu pengetahuan dan teknologi.
2. Untuk menggali kemampuan mahasiswa secara teoritis dan praktis dalam
mempertanggungjawabkan hasil penelitian dan karya tulisnya yang tertuang dalam bentuk
laporan tugas akhir.
3. Untuk membina mental mahasiswa sebelum terjun ke masyarakat dalam menerapkan ilmu yang
telah diperolehnya di perguruan tinggi.
6.2. Pelaksanaan Evaluasi Sidang Ujian Tugas Akhir
Evaluasi Tugas Akhir dilaksanakan setelah mahasiswa menyelesaikan penulisan
laporan Tugas Akhir dan disetujui oleh pembimbing untuk disidangkan. Sidang laporan
tugas akhir dapat dilakukan sebelum mahasiswa menyelesaikan seluruh mata kuliah
Sidang Ujian Akhir berlangsung maksimal 2 jam, terbagi dalam 2 jenis Ujian, yaitu Sidang
Komprehensif dan Presentasi dari Laporan TA yang dibuat.
A. Sidang Komprehensif
Sidang Komprehensif adalah ujian bagi mahasiswa di hadapan para penguji Sidang
Tugas Akhir terhadap beberapa mata kuliah sebagai penilaian terhadap pemahaman
mahasiswa pada suatu mata kuliah. Mata kuliah yang akan diujikan ditentukan sendiri oleh
mahasiswa dari daftar mata kuliah yang diberikan oleh Jurusan masing-masing.
B. Sidang Laporan Tugas Akhir
Sidang Presentasi Laporan TA adalah pertanggungjawaban mahasiswa di hadapan
para penguji Sidang Tugas Akhir mengenai Laporan TA yang telah dibuat.
Sebelum ujian sidang berlangsung mahasiswa diharuskan menyerahkan laporan
tugas akhir dalam bentuk jilid biasa (draft laporan) dan menyerahkan disket yang berisi
source program (program aplikasi dalam bentuk yang siap dijalankan), atau dapat langsung
disimpan ke PUSKOM apabila memori yang digunakan cukup besar.
6.3. Sasaran Evaluasi
Sasaran evaluasi tim Dosen Pembimbing terhadap Tugas Akhir yang ditulis mahasiswa adalah
sebagai berikut :
(1) Sistematika penulisan Tugas Akhir, ditinjau dari penyusunan yang logis, dan keruntutannya
seperti yang dikemukakan pada bab V di atas.
(2) Isi laporan Tugas Akhir, yaitu penilaian terhadap masalah yang diajukan sebagai bahan
penelitian, penuturan bahasa yang komunikatif dan baku, bobot cakupan kesimpulan, arti
pentingnya laporan tugas akhir terhadap pengembangan ilmu dan kegunaan praktisnya.
(3) Analisis, yaitu pembahasan dan penarikan kesimpulan. Hal ini berkaitan dengan kemahiran
memformulasikan masalah yang diteliti secara jelas, cara mempertanggungjawabkan dalam
pemecahan masalah, penggunaan literatur, pengaitan antara teori dan model yang digunakan,
dan pengalaman praktis selama mengadakan pengumpulan data, serta pengungkapan secara
sistematis/analitis, dsb.
(4) Kesepadanan antara konsep teoritis dari analisa permasalahan dengan konsep praktisnya yaitu
perancangan dan pembangunan system aplikasinya
(5) Penguasaan pengetahuan faktual, yang merupakan pengetahuan yang mencakup topik Tugas
Akhir baik langsung maupun tidak langsung.
(6) Cara menginterpretasikan, membahas menanggapi dan/atau memecahkan masalah, berkaitan
dengan analisis pada butir (3) di atas. Hal ini mencakup bagaimana kemandirian mahasiswa,
dalam melaksanakan penelitian, kretivitas, orisinalitas, dalam menginterpretasi dan membahas
hasil penelitian, cara kerja yang menunjukan ketekunan, motivasi yang kuat, obyektivitas
pendekatan dan etika ilmiah dalam melakukan kegiatan Tugas Akhir.
Panduan Penulisan Tugas Akhir STMIK IM 23
6.3. Ketentuan Dasar Pelaksanaan Sidang Tugas Akhir
6.3.1. Ketentuan Akademik
Sidang ujian akhir/skripsi hanya dapat dilaksanakan jika Tugas Akhir telah selesai ditulis oleh
mahasiswa dalam kurun waktu minimal dua bulan efektif (dibuktikan dengan kartu bimbingan Tugas
Akhir yang ditandatangani oleh Dosen Pembimbing). Pelaksanaan sidang ujian akhir direncanakan
oleh jurusan dengan memperhatikan ketentuan-ketentuan yang berlaku.
Program pelaksanaan sidang ujian akhir ini disampaikan kepada mahasiswa yang bersangkutan serta
panitia sidang, dilampiri dengan Tugas Akhir dari mahasiswa yang bersangkutan.
6.3.2. Ketentuan Administrasi
1. Peserta sidang ujian akhir/skripsi adalah mahasiswa yang terdaftar sebagai mahasiswa
Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan KomputerIndosesia Mandiri “STMIK-IM” dan
telah melunasi uang kuliah tahun akademik yang berjalan (dengan melampirkan bukti
pembayaran uang kuliah).
2. Mengisi formulir permohonan sidang yang disetujui oleh Dosen Pembimbing dan Ketua
jurusan (lihat lampiran) dilengkapi dengan surat pernyataan telah melakukan penelitian dari
perusahaan yang menjadi tempat penelitian disertai cap dan tanda tangan pejabat yang
berwenang di perusahaan (lihat lampiran).
3. Menyerahkan draft Tugas Akhir yang telah disahkan oleh Dosen Pembimbing, Ketua jurusan
sebanyak 3 eksemplar.
4. Menyerahkan Surat Keterangan Mengikuti Sidang yang telah ditandatangani oleh dosen
pembimbing.
5. Menyerahkan daftar hadir bimbingan
6. Menyerahkan program aplikasi TA (dengan source program).
7. Menyerahkan surat keterangan bebas pembayaran uang kuliah dari BAKeu dan foto copy
kwitansi pembayaran Bimbingan
8. Menyerahkan keterangan bebas pinjaman buku dari perpustakaan
9. Mempresentasikan penulisannya pada sidang dengan ketentuan :
�� Berpakaian rapi. Untuk peserta pria mengenakan kameja lengan panjang putih, celana
panjang hitam, dengan jaket almamater dan tidak diperkenankan berambut panjang.
Untuk peserta wanita mengenakan kameja lengan panjang putih, rok hitam dengan
jaket almamater. Tidak diperkenankan memakai sandal.
�� Menggunakan overhead projector (OHP) dengan jumlah plastik transparan dibatasi
tidak lebih dari 15 lembar.
�� Penjilidan (soft cover) dilakukan setelah ujian sidang dan telah mendapatkan
pengesahan lulus atau telah memperbaiki laporan tugas akhir dari dosen pembimbing,
dibuat minimal rangkap 2 (dua)
�� Penyerahan laporan tugas akhir yang dilid (soft cover) paling lambat seminggu setelah
sidang dilakukan.
6.4. Evaluator
Pada dasarnya Tugas Akhir dievaluasi oleh dua pihak yaitu oleh :
• Dosen Pembimbing
• Penguji
6.5. Tim Penguji
Tim penguji ditetapkan oleh Ketua program studi atau oleh panitia ujian akhir program. Penguji
sekurang-kurangnya memenuhi persyaratan yang dikenakan kepada Dosen Pembimbing.
(1) Tim penguji sekurang-kuarangnya dua orang
(2) Sasaran evaluasi tim penguji sama dengan sasaran evaluasi Dosen Pembimbing, ditambah
dengan:
• Kemampuan menanggapi pertanyaan, sesuai karya tulis yang dibuatnya.
Panduan Penulisan Tugas Akhir STMIK IM 24
• Penguasan materi karya tulis laporan tugas akhir dikaitkan dengan integrasi, dan aplikasi
mata kuliah utama, serta keluasan wawasan mahasiswa dibidang terapan ilmunya
(Komprehensif).
• Penguasaan Pemrograman minimal penguasaan bahasa pemrograman yang diterapkan
dalam penelitiannya.
(3) Penilaian tim penguji mempunyai bobot yang sama, diberikan dalam bentuk angka antara 0 –
100
(4) Hasil akhir tim penguji adalah rata-rata angka mutu para penguji.
6.6 Hasil Evaluasi
Karena kedudukan Tugas Akhir tidak berbeda dengan mata kuliah lainnya, maka hasil ujian laporan
tugas akhir tidak menghasilkan yudisium. Yudisium ditetapkan atas dasar IPK (Indeks Prestasi
Komulatif) akhir studi.
(1) Skor akhir evaluasi tugas akhir diperoleh dari hasil rata-rata-rata angka mutu tim Dosen
Pembimbing dan angka mutu tim penguji yang bobotnya sebagai berikut :
• Tim Dosen Pembimbing : 60% (enampuluh persen)
• Tim penguji : 40% (Empatpuluh persen),
Sehingga skor akhir berupa angka mutu dengan rentang 60-100
(2) Penilaian oleh tim penguji dalam sidang akhir dilakukan sebagai berikut :
• Penguji Tugas Akhir : 50%
• Penguji Komprehensip : 50%
(3) Skor akhir (nilai dari Dosen Pembimbing dan Penguji) dialihkan menjadi huruf mutu, sesuai
cara penilaian sebagai berikut :
80 - 100 = A
70 - 79 = B
60 - 69 = C
(4) Hasil sidang ujian akhir program sekurang-kurangnya memperoleh skor 60.
(5) Hasil penilaian yang diberikan oleh tim penguji adalah final, artinya apabila mahasiswa telah
dinyatakan lulus, namun laporan tugas akhirnya ternyata harus diperbaiki, hasil perbaikan
laporan tugas akhir tidak mengubah nilai (huruf mutu).
6.7. Hasil Evaluasi Tim Penguji
(1) Hasil Evaluasi Sidang Ujian Akhir akan diumumkan langsung saat mahasiswa selesai
mempertahankan hasil penelitiannya
(2) Dalam sidang ujian akhir program dimungkinkan adanya masukan baru dari tim
penguji, yang dapat diusulkan sebagai bahan perbaikan laporan Tugas Akhir.
(3) Usulan perbaikan disampaikan kepada mahasiswa yang bersangkutan oleh
Ketua/sekretaris panitia ujian atau Ketua tim penguji.
(4) Panitia ujian menyerahkan supervisi pelaksanakan penyelesaian perbaikan laporan
Tugas Akhir tersebut pada Dosen Pembimbing. Perbaikan harus selesai selambatlambatnya
dalam waktu 2 minggu terhitung setelah tanggal sidang ujian akhir
dilaksanakan.
(5) Tim Dosen Pembimbing bertanggung jawab terhadap pelaksanaan penyelesaian
perbaikan Tugas Akhir tersebut.
(6) Hasil perbaikan Tugas Akhir diserahkan mahasiswa kepada Ketua program studi,
setelah disetujui oleh Dosen Pembimbing dengan membubuhkan tanda tangannya.
(7) Hasil perbaikan laporan Tugas Akhir tidak mengubah huruf mutu yang telah ditetapkan
sebagai hasil ujian akhir program.
6.8. Yudisium
Yudisium ujian akhir program didasarkan IPK (Indeks Prestasi Kumulatif) akhir studi. Yudisium dapat
dilaksanakan, walaupun pada sidang ujian akhir program mahasiswa dinyatakan harus memperbaiki
laporan tugas akhir.
Mahasiswa dapat mengikuti wisuda walaupun harus memperbaiki laporan tugas akhir/skripsi. Dalam
wisuda ijasah tidak diserahkan, dan ijasah tersebut baru diserahkan oleh BAAK/Jurusan setelah
perbaikan laporan Tugas Akhir selesai.
Panduan Penulisan Tugas Akhir STMIK IM 25
Perbaikan laporan Tugas Akhir dilaksanakan dalam batas waktu maksimal satu bulan terhitung sejak
pengumuman yudisium.
Panduan Penulisan Tugas Akhir STMIK IM 26
BAB VII
DOKUMENTASI
Untuk kepentingan dokumentasi laporan dan Program Aplikasi maka :
• Tugas Akhir yang telah dijilid rapi diserahkan kepada :
(1) 1 (satu) buah kepada Ketua Program Studi
(2) 1 (satu) buah kepada Perpustakaan STMIK-IM
• Menyerahkan 1 (satu) buah CD yang berisikan karya tulis dan program Aplikasi.
Panduan Penulisan Tugas Akhir STMIK IM 27
BAB VIII
SANKSI
Apabila dalam kurun waktu sebelum dan selama menempuh sidang ujian akhir program, setelah
melalui proses pembuktian, ternyata laporan Tugas Akhir dianggap tidak sah oleh Ketua program
studi, maka laporan Tugas Akhir tersebut dinyatakan batal dan mahasiswa diharuskan menempuh
tugas akhir mulai dari proses awal.
Apabila laporan Tugas Akhir tersebut dapat dibuktikan merupakan tiruan, jiplakan, atau
gubahan dari laporan tugas akhir mahasiswa lain, maka mahasiswa yang bersangkutan dapat
dikenakan sanksi skorsing selama satu semester.
Panduan Penulisan Tugas Akhir STMIK IM 28
CONTOH HALAMAN JUDUL (Cover depan)
LAPORAN TUGAS AKHIR
Diajukan sebagai salah satu syarat untuk kelulusan
Program Studi Strata Satu (S1)
pada Jurusan Teknik Informatika
Disusun Oleh
Nama :
NIM :
SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA & KOMPUTER
INDONESIA MANDIRI
BANDUNG
2004
J U D U L T U G A S A K H I R
(dalam bahasa Indonesia)
LOGO
STMIK-IM
4 cm
4 cm
Panduan Penulisan Tugas Akhir STMIK IM 29
CONTOH HALAMAN JUDUL DALAM
LAPORAN TUGAS AKHIR
Diajukan sebagai salah satu syarat untuk kelulusan
Program Studi Strata Satu (S1)
pada Jurusan Teknik Informatika
Disusun Oleh
Nama :
NIM :
SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA & KOMPUTER
INDONESIA MANDIRI
BANDUNG
2004
J U D U L T U G A S A K H I R
(dalam bahasa Indonesia)
J U D U L T U G A S A K H I R
(dalam bahasa Inggris)
LOGO
STMIKIM
4 cm
4 cm
Panduan Penulisan Tugas Akhir STMIK IM 30
CONTOH LEMBAR PENGESAHAN
P E N G E S A H A N
Laporan Tugas Akhir yang Berjudul
Telah Disetujui dan Disahkan :
Bandung, - - 200
Ketua Jurusan ……….., Dosen Pembimbing,
(……nama jelas…….) (……nama jelas.….)
CONTOH PENULISAN KUTIPAN
• Contoh kutipan dari beberapa definisi tanpa mengambil kesimpulan dengan jumlah baris kutipan
tidak lebih dari 3 (tiga) baris (tetap 2 spasi) :
J U D U L T U G A S A K H I R
(dalam bahasa Indonesia)
J U D U L T U G A S A K H I R
(dalam bahasa Inggris)
Panduan Penulisan Tugas Akhir STMIK IM 31
Informasi sangat erat kaitannya dengan data. Informasi berasal dari data. Dalam bukunya,
Henry C. Lucas menyatakan bahwa informasi adalah sesuatu yang nyata atau setengah nyata yang
dapat mengurangi derajat ketidak-pastian tentang suatu keadaan atau kejadian. (1987:4). Pendapat
lain menjelaskan kaitan data dengan informasi dalam bentuk informasi sebagai berikut: information
is data that has been processed into a form that meaningful to the recipient and is of real or
perceived value in current or prospective actions or decisions. (Davis, 1985:200).
• Contoh kutipan dari beberapa definisi tanpa mengambil kesimpulan dengan jumlah baris lebih
dari 3 (tiga) baris:
Suatu sistem terdiri dari komponen-komponen, yaitu pekerjaan, kegiatan, misi atau bagianbagian
sistem yang dibentuk untuk mewujudkan tujuan. Dalam bukunya Henry C. Lucas (1987,6)
memandang sebuah sistem dapat diartikan sebagai berikut (dalam 1 spasi) :
Sebuah sistem harus dipandang sebagai suatu keseluruhan; kita tidak perlu
memecahkannya ke dalam bagian-bagian penyusunannya, terutama jika hal itu
menyebabkan kita kehilangan pandangan menyeluruh terhadap sistem. Dalam beberapa
contoh pada subsistem yang membentuk sistem yang besar, tanpa mengabaikan
keseluruhan kerangka kerja yang diberikan oleh sistem yang lebih besar.
Dalam teori sistem dapat dijumpai satu atau dua, melainkan puluhan jenis definisi yang
diketengahkan oleh para ilmuwan untuk menjelaskan arti sistem. Penulis mengutip pendapat yang
dikemukakan oleh Gordon B. Davis (1985,270) yang menyatakan bahwa:
Systems can be abstract or physical. An abstract system is an orderly arrangement of
interdependent ideas or constructs. For examples, a system of theology is an orderly
arrangement of ideas about God and the relationship of human to God. A physical system as
a set of elements which operate together to accomplish an objective.
Panduan Penulisan Tugas Akhir STMIK IM 32
CONTOH DAFTAR ABSENSI BIMBINGAN TUGAS AKHIR
DAFTAR HADIR BIMBINGAN TUGAS AKHIR
STMIK INDONESIA MANDIRI
Nama : ……………………………………….
NIM/Jurusan : …………………/……………………
Dosen Pembimbing : ……………………………………….
Judul Tugas Akhir : ………………………………………………
………………………………………………
No Tanggal Materi Bimbingan Paraf
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
Keterangan:
• Setiap mahasiswa minimal melakukan 9 (sembilan) kali
bimbingan
• Paraf Dosen diisi pada setiap kali bimbingan
• Untuk Pembimbing diharapkan menandatangani daftar hadir ini setelah 9 kali pertemuan
• Daftar hadir ini merupakan salah satu persyaratan untuk mengikuti Sidang TA..
Bandung, - 200
Dosen Pembimbing,
(……………………………..)
Panduan Penulisan Tugas Akhir STMIK IM 33
CONTOH SURAT KETERANGAN MENGIKUTI SIDANG
SURAT KETERANGAN
Surat keterangan ini menerangkan bahwa:
Nama : ………………………………………….
NIM/NIRM : …………………/………………………
Jurusan : ………………………………………….
Program Studi : ………………………………………….
Dosen Pembimbing : ………………………………………….
Pertemuan Bimbingan : …………(…………………………) kali
Telah menyelesaikan laporan Tugas Akhir dengan judul ………………………..................................
………………………………………………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………………………………..
………………………………………………………………………………………………………………………………………..
Demikian Surat Keterangan ini dibuat untuk dipergunakan sebagai syarat mengikuti Sidang Tugas
Akhir.
Bandung, - - 200
Dosen Pembimbing,
(…………...……………..)
Tembusan:
1. Ketua Jurusan Ybs.
2. Mahasiswa Ybs.
Kop surat STMIK-IM
Panduan Penulisan Tugas Akhir STMIK IM 34
CONTOH FORM PERBAIKAN LAPORAN TUGAS AKHIR
PERBAIKAN LAPORAN TUGAS AKHIR
Kami selaku Penguji Sidang Tugas Akhir Program Studi Strata Satu (S1) pada Sekolah Tinggi
Manajemen Informatika dan Komputer Indonesia Mandiri (STMIK-IM), menyatakan:
Nama : ……………………………………….
NIM : ……………………………………….
Judul TA : ………………………………………………………
Penyelenggaraan Sidang:
Hari/Tanggal : ………………, ………………………………
Ruang/Tempat : …….., STMIK-IM, Jl. Jakarta No. 79 Bandung
Waktu : ……… - ……. WIB
Telah melaksanakan Sidang Tugas Akhir, dan kepada mahasiswa yang bersangkutan DIWAJIBKAN /
TIDAK DIWAJIBKAN *) untuk memperbaiki laporan Tugas Akhirnya, sampai dengan tanggal
…………………………………
Hal-hal yang perlu diperbaiki:
1. …………………………………………………………………………………
2. …………………………………………………………………………………
3. …………………………………………………………………………………
4. …………………………………………………………………………………
Demikian keterangan ini disampaikan dengan sebenar-benarnya dan dapat dipergunakan
seperlunya.
Mengetahui Bandung, - - 200
Dosen Pembimbing, a.n. Penguji Sidang TA,
(………………………..) (………………………..)
Kop Surat STMIK-IM